Arti Sebuah Lukisan Berjudul One Love Dari Seniman Asal Mojokerto

galeri raos batu, kota batu, kota wisata batu, lukisan, karya seni, pameran lukisan, seniman lukis, seniman, seniman mojokerto, mojokerto, kesenian,
Suasana Galeri Raos Batu, lukisan Ivan sedang diamati oleh pengunjung (Blok-A.com/Putu Ayu Pratama S.)

Kota Batu, blok-A.com – Kolaborasi pameran lukisan oleh beberapa seniman di Jawa Timur yang bertajuk “Fantasi Obyek Atau…?”, digelar di Galeri Raos Batu, Sabtu (24/09/2022).

Dari pantauan blok-A.com, Pada hari terakhir pameran digelar, nampak pengunjung memadati Galeri Raos Batu. Sebagian di antaranya terlihat dengan asik menikmati karya seni yang terpasang rapi pada Galeri Raos, sebagian lainnya nampak sibuk berswafoto mengabadikan momennya.

Menurut seniman asal Mojokerto, Ivan mengatakan Galeri Raos Batu memang selalu dipadati penikmat seni sejak awal pamerannya digelar pada 17 September 2022.
Ia mengatakan antusias masyarakat di kota Batu sangat luar biasa terlihat dari buku tamu yang terisi penuh hingga restok tiga kali.

“Animo masyarakat kota Batu luar biasa menurut saya, kalau di Mojokerto sepi tapi di Batu kita sampai ganti buku tamu tiga kali dalam satu minggu,” paparnya saat ditemui blok-A.com.

Pria asal Mojokerto menyampaikan pameran tersebut merupakan pameran kali pertama yang diselenggarakan oleh kelompok Serdadu.

“Kita komunitas baru yang akhirnya berkolaborasi menjadi satu kesatuan dan membentuk kelompok yang bernama Serdadu,” jelas Ivan.

Pameran tersebut direncanakan sejak awal Januari 2022, namun baru terealisasi pada bulan September 2022. Rencana panjang yang dibentuk menghasilkan pameran bertajuk “Fantasi Obyek Atau…?”.

Pemilihan tajuk “Fantasi Obyek Atau…?” tersebut didasari dari adanya perdebatan panjang antara seniman dalam memilih fokus tema. Di mana salah satu seniman mengusung tema yang menggunakan obyek realis, namun beberapa lainnya tidak sepedapat sehingga penambahan kata “Atau” yang dimaksudkan agar penikmat seni dapat secara bebas menciptakan pemikirannya sendiri.

“Awal dari tajuk tersebut karena perdebatan soal tema apa yang diusung, kebetulan dari beberapa seniman tidak memiliki kesamaan objek, contohnya saya mengusung obyek realis sedangkan beberapa seniman lainnya mengusung obyek yang lain,” tambahnya.

Sang seniman gondrong yang sedang mengenakan kaos hitam tersebut menjelaskan arti dari lukisan yang dibuatnya, dengan mengusung judul “One Love” yang diartikan bentuk solidaritas.

“Itu sebenarnya cerita tentang seseorang yang tolong menolong, di situ ada seketsa orang yang sedang tolong-menolong yang artinya lebih ke solidaritas saat pandemi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan arti dari beberapa tulisan abstrak yang tergores pada karyanya, Ivan menyebut tulisan tersebut memiliki arti “cinta”.

“Tulisan tulisan tersebut memiliki arti yang sama dari bahasa Indonesia, bahasa Prancis, bahasa Jerman, yang artinya tetap satu yakni Cinta mangkanya saya mengasihkan judul One Love,” tambahnya.

Pesan yang tersirat dari lukisan Ivan tersebut menyampaikan makna bahwa di masa pandemi kita harus bersama-sama untuk saling menguatkan, tidak malah terpecah belah. Hal tersebut ia gambarkan melalui lukisan abstrak dengan obyek dua manusia yang sedang berbagi.

“Ketika pandemi itu kita harus tetap solid, waktu pandemi kan kebanyakan orang ketakutan lalu hidup sendiri sendiri. Justru kalau ada masalah harusnya di carikan solusinya bersama sama jangan malah memisahkan sendiri,” jelasnya.

Diakhir, Ivan berharap kelompok ini akan terus berkembang dan menciptakan karya karya seninya di berbagai kota lain.

“Pengennya sih lanjut dari sini, ini kan baru pertama kelompok ini terbentuk harapannya semoga bisa tetap berkarya dan mengadakan pameran di kota-kota lain,” pungkasnya.

(mg2/Ptu)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com