Kota Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menghadirkan destinasi wisata baru melalui wahana susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM).
Wahana wisata air tersebut resmi diperkenalkan melalui soft launching yang dilakukan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Sabtu (10/1/2026) lalu. Kegiatan ini dirangkaikan dengan kerja bakti massal serta penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan, wisata susur Sungai Ngotok merupakan bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata unggulan di Kota Mojokerto.
Menurutnya, peluncuran wahana tersebut diawali dengan uji coba operasional setelah seluruh aspek kelayakan dinyatakan siap, mulai dari operator bersertifikat, perizinan, hingga kelengkapan sarana dan prasarana.
“Taman Bahari Mojopahit ini memiliki salah satu wisata yang disebut susur Sungai Ngotok. Hari ini kita uji coba karena seluruh kelayakan operasional sudah dipersiapkan, mulai dari operator bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang tersedia,” ujar Ning Ita, Rabu (4/2/2026).
Dalam wisata ini, pengunjung dapat memilih tiga jenis wahana untuk menyusuri aliran Sungai Ngotok, yakni perahu tradisional, speedboat, dan jetski. Untuk tarif, jetski dikenakan biaya Rp200.000, speedboat Rp80.000, dan perahu tradisional Rp20.000.
Namun, selama masa uji coba pada Januari hingga Maret 2026, tarif perahu tradisional mendapat harga khusus menjadi Rp10.000 per orang untuk perjalanan pulang-pergi sejauh 5 kilometer, dimulai dari Kali Ngotok menuju Sungai Brantas dan kembali ke kawasan TBM.
Ning Ita menambahkan, pengembangan wisata susur sungai diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan TBM. Selain wisata air, kawasan tersebut juga tengah disiapkan sebagai lokasi wisata petik jeruk yang akan dibuka saat musim panen tiba.
“Nanti ketika jeruk sudah memasuki masa panen, wisatawan bisa sekaligus menikmati wisata petik jeruk di sepanjang bantaran Kali Ngotok,” jelasnya.
Pemerintah Kota Mojokerto berharap kehadiran wisata susur Sungai Ngotok dapat menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan TBM.(sya/bob)




