Gresik, blok-a.com – Pulau Bawean kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara atas keindahan alamnya, kebudayaan, serta keramahan masyarakatnya.
Terbaru, kapal pesiar asal Australia, Coral Geographer dijadwalkan mengunjungi pulau yang berjarak 130 kilometer dari daratan Kabupaten Gresik ini pada 5 Januari 2025.
Kapal pesiar dengan kapasitas 120 wisatawan ini akan membawa sekitar 45 peserta tur. Berangkat dari Pelabuhan Harbour Front, Singapura, kapal akan berhenti di sekitar Pulau Gili Noko, yang menjadi pusat kunjungan wisatawan dalam perjalanan ini.
Direktur PT Wonderful Bawean Tourism, Musyayanah, menyatakan bahwa kunjungan kapal pesiar ini merupakan yang kelima kalinya ke Pulau Bawean.
“Kapal tidak bersandar di pelabuhan, melainkan berhenti di dekat Pulau Gili Noko. Wisatawan akan menggunakan perahu nelayan menuju Pelabuhan Apung Pamona sebelum memulai tur darat,” jelasnya, Selasa (24/12/2024).
Dalam kunjungan sehari tersebut, wisatawan akan diajak menjelajahi sejumlah destinasi unggulan Pulau Bawean, seperti Danau Kastoba, Penangkaran Rusa Mombul, kawasan Mangrove Hijau Daun, hingga trekking sawah.
Siang harinya, mereka akan menghadiri Welcome Ceremony di Pulau Gili Noko, yang akan menampilkan kebudayaan khas Bawean.
“Acara ini akan diisi oleh atraksi pencak silat, Tari Japin Mandiling, hingga pameran kerajinan anyaman pandan khas Bawean. Wisatawan juga akan diajak snorkeling dan menikmati keindahan alam Pulau Gili Noko sebelum kembali ke kapal,” ujar Musyayanah.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat, terutama warga Desa Gili Timur yang berdekatan dengan Pulau Gili Noko.
Menurut Musyayanah, dengan akomodasi dan tenaga pemandu wisata yang melibatkan masyarakat lokal, diharapkan kunjungan ini dapat meningkatkan promosi Pulau Bawean sebagai destinasi wisata unggulan.
“Bawean memiliki daya tarik yang kuat, mulai dari wisata alami hingga keramahan masyarakatnya yang dikenal sebagai Bawean Friendly. Para wisatawan asing sering menyebut Bawean sebagai representasi sejati Indonesia,” katanya.
Kapal Coral Geographer yang berangkat pada 24 Desember 2024 ini menjalani perjalanan panjang selama 16 hari. Selain Bawean, kapal ini juga akan singgah di Kuching (Malaysia), Pontianak, Pulau Karimata, Tanjung Puting, Banjarmasin, dan Makassar.
Dengan seringnya kunjungan kapal pesiar dari wisatawan mancanegara, Musyayanah berharap pemerintah daerah dan dinas terkait lebih aktif mempromosikan Pulau Bawean.
“Kami berharap ada kalender event khusus untuk Bawean agar kegiatan seperti ini semakin terencana dan terpromosikan dengan baik,” tutupnya.(ivn/lio)




