Pelesiran ke 7 Desa Wisata dengan Alam Tercantik di Jawa Timur

Keindahan alam desa wisata Ranupani Lumajang (foto: gnfi)
Keindahan alam desa wisata Ranupani Lumajang (foto: gnfi)

Blok-a.com – Jawa Timur memang punya daya tarik alam yang luar biasa, mulai dari pegunungan megah hingga garis pantainya yang cantik. Namun, jika Anda mendambakan liburan yang lebih menyatu dengan alam dan suasana pedesaan yang tenang, desa-desa wisata di Jawa Timur adalah pilihan yang sangat tepat.

Destinasi ini menyuguhkan pemandangan alam menawan, udara segar, dan ketenangan yang nyaris bisa Anda temukan di tempat wisata populer lainnya. Berikut adalah tujuh desa Wisata dengan alam tercantik di Jawa Timur

1. Desa Ranupani, Lumajang

Terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, Desa Ranupani adalah sebuah surga alam yang berada tepat di kaki Gunung Semeru. Desa ini dikelilingi oleh Danau Ranu Pane dan Ranu Regulo yang jernih, serta perbukitan hijau yang memukau.

Salah satu momen paling istimewa di sini adalah saat matahari terbit, sangat cocok bagi Anda yang gemar fotografi atau sekadar ingin menikmati keindahan alam. Anda juga bisa mencoba berkemah atau trekking untuk petualangan seru di tengah alam.

Untuk menunjang kenyamanan, desa ini menyediakan area camping, homestay, dan pemandu wisata. Akses ke Desa Ranupani memerlukan waktu sekitar 2-3 jam dari pusat Kota Lumajang.

2. Desa Pronojiwo, Lumajang

Desa Pronojiwo di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, terkenal dengan adanya Air Terjun Tumpak Sewu, yang sering disebut sebagai salah satu air terjun tercantik di Indonesia. Dikelilingi oleh hutan hijau lebat, lembah curam, dan sungai jernih, desa ini menawarkan panorama alam yang memukau.

Anda bisa melakukan trekking menuju air terjun, merasakan kesegaran kabut yang menyelimuti, atau berfoto dengan latar belakang Gunung Semeru yang megah. Suasana desa yang asri menjadikannya tempat ideal untuk bersantai.

Desa ini menyediakan area camping, homestay, dan pemandu wisata lokal. Anda bisa mencapai Desa Pronojiwo dalam waktu sekitar 2 jam dari pusat Kota Lumajang.

3. Desa Sempol, Bondowoso

Berada di Kecamatan Ijen, Bondowoso, Desa Sempol memanjakan pengunjung dengan suasana dataran tinggi yang sejuk, dikelilingi oleh perkebunan kopi yang luas dan perbukitan hijau.

Desa ini menjadi titik awal yang sangat strategis bagi mereka yang ingin mendaki Kawah Ijen dan menyaksikan fenomena “api biru” yang langka. Selain persiapan pendakian, Anda dapat bersantai menikmati keindahan matahari terbit atau menjelajahi kebun kopi yang menenangkan.

Fasilitas yang tersedia meliputi homestay untuk penginapan yang nyaman, warung kopi lokal yang menyajikan kopi khas daerah, serta pemandu wisata yang siap memandu petualangan Anda. Akses menuju Desa Sempol cukup mudah, sekitar 2 jam dari pusat Kota Bondowoso.

4. Desa Ngadisari, Probolinggo

Desa Ngadisari, yang terletak di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, dikenal sebagai gerbang utama menuju keindahan alam Gunung Bromo. Pemandangan di sekitar desa ini sungguh luar biasa, dengan hamparan padang rumput hijau, lautan pasir, dan bayangan megah Gunung Bromo.

Pengunjung dapat menikmati sunrise yang memukau, menjelajahi lautan pasir menggunakan jeep, atau melakukan trekking menuju kawah Bromo yang ikonik.

Untuk kenyamanan wisatawan, Desa Ngadisari menyediakan homestay dan losmen, penyewaan jeep untuk eksplorasi Bromo, dan warung makan lokal yang menyajikan hidangan khas. Desa ini dapat dijangkau dalam waktu sekitar 1 jam dari pusat Kota Probolinggo.

5. Desa Limasan, Pacitan

Bagi pecinta petualangan, Desa Limasan di Kecamatan Tulakan, Pacitan, menawarkan pesona alam yang memukau dengan perbukitan karst, gua-gua alami, dan sungai bawah tanah. Keasrian alamnya sangat cocok untuk penjelajahan. Anda bisa menelusuri keindahan Gua Tabuhan atau Gua Gong, berjalan di tengah sawah hijau yang menyejukkan mata, atau sekadar menikmati ketenangan pedesaan yang menyegarkan.

Desa Limasan memiliki homestay, warung makan sederhana, dan pemandu wisata lokal yang siap menemani perjalanan Anda. Jarak tempuh dari pusat Kota Pacitan adalah sekitar 1,5 hingga 2 jam.

6. Desa Pujon Kidul, Malang

Terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Desa Pujon Kidul menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan dengan hamparan sawah hijau yang luas. Udara sejuk dan latar belakang pegunungan membuat desa ini cocok untuk liburan yang menenangkan. Pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas seru, seperti bersepeda keliling desa, naik kuda, atau sekadar kuliner di Cafe Sawah sambil menikmati pemandangan sawah yang asri.

Tak hanya itu, Desa Pujon Kidul juga menyediakan wisata edukasi pertanian, di mana pengunjung bisa belajar langsung tentang budidaya tanaman organik. Ada juga kebun buah milik warga yang dijadikan destinasi petik buah, menjadi salah satu ciri khas wisata unggulan di Malang.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, termasuk Cafe Sawah, homestay, area bermain, dan sewa kendaraan. Akses dari pusat Kota Malang cukup dekat, hanya sekitar 1 jam perjalanan.

7. Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Pasuruan

Di Kecamatan Tosari, Pasuruan, terdapat Desa Wisata Edelweiss Wonokitri yang indah, berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Desa ini terkenal dengan kebun bunga edelweiss yang cantik, padang rumput hijau, dan pemandangan Gunung Bromo dari kejauhan.

Pengunjung dapat melakukan trekking, berkemah, atau sekadar menikmati udara sejuk sambil memandang lanskap pegunungan yang menawan. Suasana pedesaan yang damai menjadikannya tempat yang cocok untuk melepas penat.

Soal fasilitas, di desa ini terdapat homestay, area camping, warung makan, dan pemandu wisata. Dari pusat Kota Pasuruan, desa ini dapat dijangkau dalam waktu sekitar 1,5 jam. (mg2/gni)

Penulis: Kun Lang Ragil (mahasiswa magang STIMATA)

Exit mobile version