Mengenal Taman Rekreasi Sengkaling, Ada 3 Ribu Wisatawan per Hari saat Libur Lebaran

Taman Rekreasi Sengkaling (Mahasiswa Magang Unitri)
Taman Rekreasi Sengkaling (Mahasiswa Magang Unitri)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Taman Rekreasi Sengkaling terus berinovasi dalam menghadirkan wisata yang menarik bagi pengunjung.

Dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Malang, taman ini telah ada sejak zaman Belanda, sekitar tahun 1950.

Namun, pada tahun 1972, pengelolaannya berada di bawah PT Bentoel hingga akhirnya dialihkan pengelolaannya ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tahun 2013.

Koordinator Marketing Taman Rekreasi Sengkaling Yeni Dwikurniati, S.Sos., menjelaskan bahwa taman ini kini mengusung konsep wisata edukasi.

“Visi kami sekarang adalah menjadi salah satu wisata edukasi di Jawa Timur. Oleh karena itu, kami menawarkan berbagai paket edukasi seperti aneka outbound, baik untuk umum maupun perusahaan. Yang terbaru, kami menghadirkan wahana Zombie Fort,” ujarnya.

Taman Rekreasi Sengkaling memiliki berbagai fasilitas unggulan, terutama enam kolam renang yang terdiri dari Kolam Tirta Sari, Kolam Tirta Alam, serta tiga kolam lainnya yang dilengkapi dengan waterboom dan kolam kapal pesiar. Selain itu, tersedia pula wahana lain seperti Taman Kelinci, Taman Satwa, serta berbagai spot selfie yang menarik.

“Kami baru saja melakukan soft opening wahana terbaru, Zombie Fort. Ini adalah wahana permainan modern berbasis teka-teki dan tembak-tembakan laser digital,” tambah Ibu Yeni.

Daya tarik lain dari taman ini adalah harga tiket yang terjangkau, yaitu Rp 30 ribu pada hari biasa dan Rp 35 ribu saat akhir pekan.

“Dengan tiket tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati kolam renang, spot selfie, serta Taman Satwa dan Taman Kelinci,” jelasnya.

Selain itu, pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari luar untuk dinikmati di area wisata, sesuatu yang jarang ditemukan di tempat wisata lainnya. Bagi yang ingin membeli makanan di dalam, tersedia berbagai pilihan dengan harga terjangkau.

“Di dalam area taman, tersedia pusat kuliner dengan harga yang ramah di kantong, seperti Bakso Malang yang hanya Rp 15 ribu per porsi,”
ungkapnya.

Saat momen tertentu, seperti bulan Ramadan, jumlah pengunjung cenderung lebih sedikit. Namun, ketika Lebaran, jumlah pengunjung bisa mencapai 3.000 orang per hari. Untuk pengunjung rombongan, tersedia tiket promo dengan harga khusus dan cashback.

Dalam hal keamanan, taman ini telah dilengkapi dengan sistem CCTV di seluruh area, memungkinkan petugas keamanan untuk memantau keadaan dengan lebih efektif.

“Beberapa hari lalu, ada kejadian barang hilang milik pengunjung, dan berkat CCTV, kami bisa mengetahui bahwa barang tersebut ternyata diambil oleh temannya sendiri,”ujarnya

Pengelolaan taman dilakukan dengan sistem kekeluargaan, di mana setiap karyawan memiliki tugas mayor dan minor yang memungkinkan mereka bekerja secara multifungsi. Selain itu, taman ini juga menerapkan berbagai upaya untuk menjaga lingkungan.

“Kami memiliki program pelestarian lingkungan, seperti fermentasi sampah organik menjadi eco-enzyme dan penanaman seribu pohon untuk menjaga keseimbangan alam,” jelasnya.

Ke depan, pihak pengelola berencana untuk terus mengembangkan taman ini dengan menambah wahana menarik yang tetap aman bagi pengunjung.

“Harapan kami, Sengkaling bisa terus eksis dengan menambah wahana yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif, sehingga bisa berkontribusi terhadap peningkatan wawasan dan intelektual generasi muda,” tutupnya.

Penulis: Wartawan Magang Unitri, Olivia Yasinta Mantut

Exit mobile version