Mengenal Pulau Lusi, Surga Tersembunyi di Sidoarjo

Dok. ilmusipil.com
Dok. ilmusipil.com

Sidoarjo, Blok-a.com – Pulau Lusi Sidoarjo adalah pulau baru yang terbentuk akibat bencana nasional lumpur Lapindo. Walaupun namanya mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, destinasi wisata ini kini menjadi salah satu tujuan wisata terpopuler kedua di Indonesia (menurut API Awards). 

Wilayah yang dulunya terhenti karena bencana semburan lumpur kini berkembang menjadi tempat wisata yang turut meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Dengan keunikan alamnya, Pulau Lusi menawarkan berbagai spot menarik yang patut dikunjungi. 

Pulau yang terbentuk dari endapan lumpur Lapindo ini memiliki keunikan tersendiri. Pada awalnya, pulau ini dikenal dengan nama Pulau Sarinah, namun kemudian diganti menjadi Pulau Lusi, yang merupakan singkatan dari “Lumpur Sidoarjo.” Nama ini diberikan oleh Susi Pudjiastuti ketika menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dengan luas sekitar 93,4 hektare, Pulau Lusi telah menjadi salah satu destinasi ekowisata di Kabupaten Sidoarjo. Warga setempat mencoba menanam mangrove di pulau ini, yang ternyata berhasil tumbuh subur.

Hingga pada tahun 2020, Pulau Lusi memiliki luas sekitar 104 hektare dan dilengkapi dengan konstruksi jety yang terhubung dengan Pulau Sarinah, yang luasnya sekitar 80 hektare. Hal ini membuat kedua pulau tampak menyatu di bagian ujungnya.

Sebagai destinasi wisata yang masih tergolong baru, Pulau Lusi di Sidoarjo menawarkan panorama yang masih alami. Pengunjung dapat bersantai dan berfoto dengan latar belakang hutan mangrove yang lebat. Selain itu, jika berkunjung pada sore hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau.

Di area sekitar, terdapat saung dan jembatan kayu yang dibangun di atas air, dikelilingi oleh pohon-pohon mangrove. Jembatan ini menjadi spot favorit bagi pengunjung karena menawarkan pemandangan hijau dan teduh dari hutan mangrove.

Pulau Lusi terletak di Tlocor, Tanjungsari, wilayah Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dari Kota Surabaya, perjalanan menuju pulau ini memakan waktu sekitar 2 jam, termasuk waktu tempuh dengan perahu.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen dengan mengambil foto saat berada di sana.

Penulis: Nastiti Mutiara Lutfiah (Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura).

Exit mobile version