Inilah 3 Hotel Legend di Kota Malang, Kisah Perjalanan Dulu hingga Sekarang

Hotel Pelangi Jaman Dulu (ist.)

Kota Malang, blok-a.com – Hotel di Kota Malang cukup banyak, namun di artikel ini akan membahas hotel yang legend dan kisahnya di Kota Malang.

Hotel legend di Kota Malang hadir dari jaman penjajahan lalu dan hingga kini masih beroperasi.

Berapa dan seperti apa perjalanan hotel legend di Kota Malang itu?

Berikut perjalanannya dan kondisinya terkini.

  1. Hotel Palace (Hotel Pelangi)

Hotel yang dulunya bernama Palace Hotel dan berdiri sejak tahun 1916 ini beralamat di Jalan Merdeka Selatan Nomor 3, Kota Malang. Letaknya persis di pertigaan antara Alun-Alun Merdeka dan Masjid Jami’.

Atau berada di sebelah barat Kantor Pos Malang. Penginapan ini memang mempunyai sejarah panjang dan pada akhirnya membuat daya tarik tersendiri bagi Hotel Pelangi.

Pada tahun 1916, dibangun Palace Hotel, di bekas lahan Hotel Malang, oleh pemerintah Hindia Belanda. Tarifnya pada masa itu bisa mencapai F 75 per malamnya.

Ketika Jepang datang, nama hotel diubah menjadi Hotel Assoma hingga akhirnya kembali lagi ke nama awal pada tahun 1945. Nama Hotel Pelangi mulai muncul pada 1953. Itu ketika tempat tersebut dibeli oleh seorang kontraktor Banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin.

Sebagian besar bangunan yang digunakan Hotel Pelangi merupakan bangunan yang telah dibangun sejak masih bernama Hotel Palace. Deretan kamar di sebelah barat dan timur masih dengan gaya bangunan yang klasik.

Sayangnya, hotel tersebut telah kehilangan dua menara bangunan yang sebelumnya merupakan ciri khas Hotel Palace. Hancurnya menara tersebut terjadi karena aksi bumi hangus di Kota Malang pada sekitar tahun 1947.

Meski merupakan sebuah bangunan tua, bukan berarti fasilitas yang ditawarkan tempat ini termasuk jadul dan tidak lengkap. Kini, Hotel Pelangi dilengkapi fasilitas modern. Seperti business center dan meeting room.

Didukung perlengkapan yang dibutuhkan. Tersedia pula fasilitas laundry and dry cleaning, internet gratis, Wi-Fi, layanan kamar 24 jam, dan tiap kamar juga telah dilengkapi TV dan AC.

Untuk menikmati fasilitas yang ada, pengunjung dikenakan biaya mulai dari Rp272.000 per malam. Berencana melakukan kunjungan ke Malang dan berminat menginap di tempat ini?

Bisa langsung melakukan reservasi kamar melalui nomor telepon (0341) 365156. Kalian juga bisa terlebih dahulu meminta informasi di alamat email admin@hotelpelangimalang.com.

  1. Hotel Riche

Kajoeetanganstraat, atau dalam sebutan orang pribumi dibaca Kayutangan, merupakan sebuah jalan populer di era kolonial. Di jalan ini, berdiri berbagai macam bangunan yang mendukung gaya hidup orang Eropa.

Seperti restoran, societeit, dan hotel. Berbicara soal hotel di Kayutangan, Hotel Riche tentu menjadi favorit kala itu. Lokasinya yang berada di pusat kota, dan dekat dengan pusat hiburan.

Dan tempat peribadatan seperti gereja dan masjid, menjadi daya tarik utama hotel ini. Berdiri pada tahun 1933, Hotel Riche memang menjadi hotel tertua yang keasliannya masih terjaga. Hal ini jelas berbeda dengan Hotel Palace.

Yang seringkali berubah fungsi sebelum bertahan menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini. Tak banyak informasi yang dapat ditemukan soal hotel ini di masa jayanya.

Singkat cerita, hotel tersebut kemudian dibeli oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa bernama Oey Pek Hong pada 1975. Oey yang mempunyai nama Prof Dr Juwana Hardjawijaja saat itu adalah jaksa tinggi di Kota Malang.

Satu hal yang patut diapresiasi dari Hotel Riche adalah keautentikan bangunannya. Hingga kini, bisa dibilang 80 persen bangunannya masih autentic. Yang paling terlihat jelas adalah daun pintu dan keramiknya yang masih sangat klasik.

Walaupun bangunannya klasik, tapi soal fasilitas, penginapan ini tak kalah dengan hotel-hotel modern. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat milenium, pengelola sudah menyediakan berbagai fasilitas.

Seperti akses Wi-Fi 24 jam, meeting room, gayatri spa, cafe oey, LED TV, dan pendingin ruangan (AC). Besarnya nilai historis Hotel Riche tak membuat pengelola mematok harga yang tinggi. Bahkan akomodasi ini termasuk bertarif murah meriah.

Per malamnya, pengunjung hanya dikenakan tarif mulai Rp120.000. Untuk pemesanan, Anda bisa melakukannya di beberapa situs booking online atau bisa juga memesan melalui situs resmi hotel di alamat www.richehotel.com dan line telepon di nomor (+62341) 325460.

  1. The Shalimar Boutique Hotel

Berbeda dengan Hotel Palace & Hotel Riche yang sejak awal dibangun sebagai hotel, The Shalimar Boutique Hotel pada awalnya merupakan sebuah societeit.
Dibangun di salah satu kawasan elite di Kota Malang pada tahun 1930.

Oleh Ir Muller yang seorang arsitek berkebangsaan Belanda mendesain hotel ini dengan arsitektur mewah gaya kolonial. Setelah menjadi societeit, bangunan ini berubah fungsi beberapa kali sebelum menjadi hotel.

Pada 1964, gedung tersebut pernah tercatat sebagai kantor RRI (Radio Rakyat Indonesia) sebelum akhirnya berubah menjadi penginapan bernama Malang Inn pada 1993. Dua tahun berselang, penginapan tersebut berganti nama menjadi Hotel Graha Cakra.

Pada akhirnya, pada tahun 2014, hotel ini kembali berganti nama menjadi The Shalimar Boutique Hotel. Arsitektur yang mewah merupakan daya tarik utama Shalimar Boutique Hotel. Dominasi serba putih, baik untuk eksterior dan interior, serta sentuhan warna-warna pastel memunculkan suasana yang elegan.

Selain itu, sentuhan warna gelap pada lantainya menciptakan warna kontras yang sedap untuk dipandang. Untuk melengkapi desainnya yang menawan, di depan hotel ini berdiri sebuah taman yang biasa disebut Taman Gramophone atau Taman Cerme.

Disebut Taman Gramophone karena terdapat landmark berupa gramophone raksasa yang berdiri kokoh di tengah taman. Di sekitar gramophone, dikelilingi bunga-bunga warna-warni yang menambah keindahan taman.

Meski secara umum desainnya mengadopsi gaya era kolonial, namun untuk pelayanan, The Shalimar Boutique Hotel menawarkan pelayanan khas Indonesia yang ramah dan bersahaja. Setiap pegawai di hotel menggunakan pakaian tradisional Indonesia.

Karyawan perempuan menggunakan kebaya dan jarik, sedangkan untuk laki-laki menggunakan batik. Untuk merealisasikan klaim sebagai luxurious hotel, The Shalimar Boutique Hotel menawarkan fasilitas yang mewah pada 44 kamar yang terbagi menjadi empat tipe.

Untuk fasilitas umum, hotel ini menyediakan fasilitas seperti kolam renang, valet parkir, akses Wi-Fi 24 jam, restoran dengan menu Indonesia dan western, serta meeting room hingga lounge.

Sebagai hotel bintang lima, tarif yang ditawarkan juga sesuai dengan service yang diberikan. Per malamnya, akomodasi ini mematok tarif mulai Rp1.840.000.
Jika tertarik merasakan nuansa kolonial yang ditawarkan di hotel ini, Anda bisa melakukan reservasi kamar melalui nomor telepon (0341) 324989. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?