Gagal Lagi, Bianglala Alun-Alun Kota Batu Baru Akan Diganti Tahun Depan

Bianglala di belakang patung apel, ikon Kota Batu, Jawa Timur.(SHUTTERSTOCK/RANDY IMANUEL)
Bianglala di belakang patung apel, ikon Kota Batu, Jawa Timur.(SHUTTERSTOCK/RANDY IMANUEL)

Batu, blok-a.com – Rencana penggantian wahana bianglala (ferris wheel) di Alun-Alun Kota Batu kembali mengalami penundaan pada 2025. Proyek senilai Rp7 miliar ini baru akan dimulai pembangunan fisiknya pada 2026, meski wahana ikonik tersebut telah dinonaktifkan sejak 2022.

Bianglala setinggi 30 meter dengan 24 kabin penumpang ini telah menjadi ikon Alun-Alun Kota Batu. Sejak pertama kali dibangun pada 2011, saat era kepemimpinan Wali Kota Eddy Rumpoko, wahana ini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan.

Namun, kondisi bianglala mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir. Hingga akhirnya dinonaktifkan pada 2022 karena kerusakan yang dinilai tidak layak pakai dan membahayakan pengunjung. Sejak saat itu, wahana tersebut terbengkalai dan menunggu proses penggantian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa proses pengadaan bianglala saat ini baru memasuki tahap lelang perencanaan. Dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nilai pagu Rp513,1 juta.

“Fisik pembangunan dimungkinkan tahun depan. Sebab, secara teknis dan waktu tidak dimungkinkan dilaksanakan tahun ini. Tahun ini juga perlu waktu untuk lelang aset bianglala lama,” ujar Dian pada Kamis (17/4/2025), dikutip dari Detik.

Total anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota Batu untuk penggantian bianglala mencapai Rp7 miliar. Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu.

Penundaan pengadaan bianglala ini tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat. Menurut Dian, meskipun bianglala dinilai penting untuk mendukung daya tarik pariwisata Kota Batu, proyek ini tidak termasuk dalam kategori mendesak.

“Proyek bianglala ini memang penting, tapi bukan hal yang mendesak,” tegasnya.

Dengan terus tertundanya penggantian bianglala, dikhawatirkan daya tarik wisata Kota Batu akan kehilangan salah satu ikon pendukungnya. Selama ini, Kota Batu mengandalkan destinasi wisata seperti Jatim Park, Museum Angkut, dan berbagai wahana rekreasi lainnya.

Keberadaan bianglala juga berperan mendukung sektor ekonomi di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Batu. Seperti pedagang kuliner dan penyewa sepeda hias yang mengandalkan kunjungan wisatawan ke area tersebut.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, kunjungan wisatawan ke Kota Batu pada 2024 mencapai 18,2 juta orang. Dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 35,7 persen. (mg2/gni)

Penulis: Siti Cholifah (mahasiswi magang STIMATA)

Exit mobile version