Ramai Tiap Hari, Alun-Alun Surabaya & Museum Siola Jadi Magnet Wisata

Alun - Alun kota Surabaya (foto: kompasiana)
Alun - Alun kota Surabaya (foto: kompasiana)

Blok-a.com – Surabaya kini punya wajah baru yang memikat hati warganya sekaligus wisatawan dari luar kota. Alun-Alun Surabaya dan Museum Surabaya (Gedung Siola) menjadi magnet baru yang ramai dikunjungi.

Alun-Alun Surabaya terletak di kawasan Balai Pemuda, tidak jauh dari Jalan Tunjungan yang legendaris. Sejak diresmikan pada 2020, tempat ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Area luar alun-alun buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00, sedangkan area bawah tanah atau basement yang menjadi ruang pamer seni buka pukul 10.00 hingga 22.00.

Suasana sore hari di alun-alun selalu ramai dengan lampu taman yang menyala, keluarga yang membawa anak-anak bermain, serta anak muda yang berkumpul untuk berswafoto.

Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, biaya parkir sangat terjangkau. Tarif parkir sepeda motor sekitar Rp3.000 – Rp12.500 per kali parkir tergantung periode dan promo, sedangkan mobil antara Rp5.000 hingga Rp20.000 per hari dengan kemungkinan diskon tertentu di waktu tertentu (Radar Surabaya, 2025; SuaraSurabaya.net, 2025). Lokasi parkir tersedia di sekitar Balai Pemuda sehingga aksesnya mudah dan ramah bagi wisatawan.

Tidak jauh dari Alun-Alun, Museum Surabaya (Gedung Siola) menjadi destinasi wisata edukatif yang tak kalah menarik. Gedung bersejarah ini dulunya adalah pusat perdagangan dan kini berfungsi sebagai museum yang menyimpan jejak sejarah penting kota. Museum buka Selasa hingga Minggu pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, dan pengunjung tidak dikenai biaya masuk.

Di dalam museum, pengunjung bisa melihat koleksi beragam seperti peralatan rumah tangga zaman kolonial, telepon dan mesin ketik kuno, serta arsip pertempuran 10 November yang legendaris. Museum ini menyimpan lebih dari 1.000 koleksi, termasuk piano milik Gombloh dan biola W.R. Supratman, yang mengajak pengunjung menyusuri lorong waktu sejarah Surabaya.

Setiap akhir pekan, museum ini ramai dikunjungi rombongan sekolah, komunitas, dan wisatawan luar kota yang ingin belajar sejarah Surabaya secara menyenangkan. Selain sebagai ruang pamer, museum ini juga menjadi ruang belajar interaktif yang dekat dengan masyarakat. Sementara Alun-Alun merepresentasikan wajah kota yang modern dan ramah publik, museum menjadi pengingat sejarah perjuangan dan perjalanan panjang kota Surabaya. (mg1/gni)

Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswi Magang UTM Bangkalan)

Exit mobile version