Blok-a.com – Malang tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga menyimpan permata tersembunyi berupa desa wisata yang menawarkan pengalaman autentik. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, desa-desa wisata di Malang menghadirkan panorama pegunungan yang menyejukkan, kekayaan budaya lokal yang masih lestari, hingga kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat setempat.
Desa wisata di Malang menawarkan suasana yang asri, otentik, dan sejuk dengan pemandangan hijau yang dapat dinikmati berbagai kalangan. Berikut rekomendasi desa wisata yang dapat menjadi pilihan tepat untuk liburan bersama keluarga.
1. Desa Wisata Pandanrejo
Desa Pandanrejo terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dengan daya tarik utama berupa wisata petik stroberi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lumbung Stroberi menjadi andalan utama yang menawarkan pengalaman memetik buah stroberi langsung dari kebun.

Sebelum mengembangkan unit usaha wisata, para petani stroberi di desa ini menjual hasil panen dengan harga yang tidak menguntungkan. Kini, dengan adanya inovasi pengelolaan wisata, buah stroberi yang tidak terjual diolah menjadi berbagai produk seperti minuman stroberi, jenang, dan aneka olahan lainnya.
Selain wisata petik stroberi, Desa Pandanrejo juga mengelola destinasi wisata alam lainnya. Seperti Kaliwatu Rafting untuk pengalaman arung jeram yang menantang, Coban Kali Lanang dengan air terjun yang memesona, dan Taman Dolan sebagai area rekreasi keluarga.
Harga tiket masuk:
- Lumbung Stroberi: Rp 25.000 per orang
- Coban Kali Lanang: Rp 15.000 per orang
2. Desa Wisata Adat Ngadas
Terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dengan ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Desa Wisata Adat Ngadas merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Menjadi bagian dari 36 desa Suku Tengger yang tersebar di empat kabupaten dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Daya tarik utama desa ini terletak pada adat istiadat serta kebudayaan Suku Tengger yang masih sangat kental, ditambah dengan panorama Gunung Bromo dan Puncak Mahameru yang memesona. Pengunjung dapat menyaksikan atau bahkan ikut serta dalam upacara adat seperti Barikan (doa tolak bala dan syukuran) dan Entas-entas (ritual kematian khas Tengger).
Kuliner khas Tengger yang dapat dinikmati di desa ini meliputi nasi jagung, sayur daun labu, dan sambal khas desa. Untuk oleh-oleh, pengunjung dapat membeli kerajinan tangan, kain tenun, hingga produk hasil pertanian organik yang dihasilkan masyarakat setempat.
3. Desa Wisata Ngadirejo
Desa Wisata Ngadirejo terletak di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menawarkan panorama pegunungan dan suasana pedesaan yang masih asri. Berada di kawasan perbukitan dan dataran tinggi sehingga udara terasa sejuk dengan pemandangan ladang, kebun, dan hutan yang menghijau.

Selain udara sejuk dan pemandangan alam yang indah, desa ini memiliki daya tarik berupa beberapa coban (air terjun) yang menawan, seperti Coban Jidor, Coban Jodo, dan Coban Singo yang juga dikenal dengan nama Coban Arema. Setiap air terjun memiliki karakteristik dan keindahan yang berbeda-beda.
Desa Ngadirejo juga dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Kabupaten Malang dengan produk andalan berupa kopi lanang yang memiliki cita rasa khas. Untuk kuliner, desa ini menawarkan sambal bakar dengan proses pembuatan yang unik, yaitu dibuat langsung di atas cobek dan disajikan di atas perapian mirip hotplate.
4. Desa Wisata Gubug Klakah
Desa Wisata Gubug Klakah terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berada di jalur menuju kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Wilayahnya merupakan penghasil apel dengan hasil panen yang diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti keripik apel, sarang apel, hingga sari apel.

Berada di kawasan dataran tinggi, desa ini menawarkan pesona alam yang beragam. Mulai dari air terjun Coban Pelangi dan Coban Trisula, Ndayung Adventure, hingga agrowisata apel yang edukatif.
Bagi penggemar petualangan air, desa ini menyediakan aktivitas rafting dan river tubing di Sungai Ledok Amprong. Sungai ini terkenal memiliki arus cukup deras dan menantang.
Selain itu, pengunjung juga dapat menjelajahi budaya Tengger di Kampung Koena. Sebuah kawasan perkampungan bertema adat dengan rumah-rumah khas yang mencerminkan budaya Tengger.
5. Desa Wisata Pujon Kidul
Desa Wisata Pujon Kidul terletak di Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, berada di kawasan lereng Gunung Kawi. Ini menawarkan konsep eduwisata dengan kegiatan seperti petik sayur, outbound, camping, belajar membuat biogas, mengolah susu, hingga beternak.

Pemandangan di desa ini didominasi oleh ladang, gunung, dan hutan yang membuat udara terasa sejuk dan segar. Daya tarik yang ditawarkan sangat beragam. Mulai Cafe Sawah yang ikonik, taman bunga yang colorful, hingga berbagai spot foto dengan latar belakang alam yang indah. Ada pula Cafe The Roudh 78 yang menawarkan suasana unik.
Desa Pujon Kidul juga menghadirkan seni dan budaya yang dikemas dalam konsep wisata kampung budaya. Daya tarik utamanya adalah wisata kuliner khas yang dikenal dengan Pawon Ndeso. Di mana pengunjung dapat menikmati makanan tradisional dengan cita rasa autentik. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan musik tradisional dan kesenian tari.
Fasilitas edukatif yang menarik adalah Rumah Pintar yang dapat digunakan untuk belajar membatik, bermain permainan tradisional. Seperti egrang, sepeda kayu, dan congklak yang menghadirkan nostalgia masa kecil.
Harga tiket masuk: Rp 13.000 per orang (sudah termasuk voucher Rp 5.000 yang dapat digunakan untuk membeli makanan, minuman, buah, dan sayuran di dalam area desa)
(mg1/gni)



