Polisi Kawal Ketat Laga 16 Besar Liga 4 Jatim di Banyuwangi, Pertandingan Berakhir Imbang

Liga 4 PSSI Jatim 2025 di Stadion Diponegoro, Jumat (31/1/2025).(blok-a.com/Kuryanto)
Liga 4 PSSI Jatim 2025 di Stadion Diponegoro, Jumat (31/1/2025).(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Kompetisi sepak bola Liga 4 PSSI Jatim 2025 putaran 16 besar yang digelar di Stadion Diponegoro, Jumat (31/1/2025), mendapat pengawalan ketat dari Polresta Banyuwangi bersama sejumlah stakeholder lainnya.

Pertandingan mempertemukan Mitra Surabaya melawan Persedikab Kediri serta Persewangi Banyuwangi kontra Persenga Nganjuk. Pengamanan dibagi dalam tiga zona utama, yaitu area VIP, pintu masuk, dan area luar stadion.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo menyatakan bahwa pengamanan melibatkan ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan stewards. Pihaknya juga menerapkan pemeriksaan ketat di pintu masuk stadion.

“Barang berbahaya seperti senjata tajam, korek api, dan benda lain yang berpotensi menimbulkan ancaman dilarang masuk ke area pertandingan,” tegas Teguh.

Kabag Ops Polresta Banyuwangi Kompol Idham Khalid menambahkan bahwa penonton dari luar daerah tidak diperkenankan mengenakan atribut atau menunjukkan status sebagai pendukung tim mereka.

“Hal ini untuk mengantisipasi potensi konflik antar pendukung,” jelas Idham.

Ia berharap pengamanan maksimal ini dapat memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi, termasuk pemain dan penonton.

Persewangi Banyuwangi Bermain Imbang

Pada laga perdana grup II Persewangi Banyuwangi kontra Persenga Nganjuk, tim tuan rumah harus puas dengan skor imbang 0-0.

Absennya beberapa pemain kunci seperti Anies Mujiono, Ahmad Latief, dan Yusuf Efendi akibat cedera serta akumulasi kartu membuat tim kehilangan arah permainan.

Di awal babak pertama, Persewangi tampil cukup baik dengan menciptakan beberapa peluang. Namun, memasuki menit ke-15, performa mereka mulai menurun.

Pemain Persewangi nampak tidak kompak dan seperti terjadi miskomunikasi dalam mengatur pola permainan. Lini belakang terlihat sering kali panik saat menghadapi serangan Persenga.

Pelatih Persewangi, Alex Saununu, mengakui bahwa timnya kesulitan tampil maksimal dengan banyaknya pemain pelapis yang diturunkan.

“Pemain cedera dan banyak yang kena kartu kuning. Pelapis kita juga belum siap. Pergantian pemain tadi juga hati-hati supaya tidak ada yang cedera lagi,” jelas Alex.

Meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, Persewangi tetap gagal mencetak gol.

“Sepak bola memang begitu, peluang banyak tapi tidak jadi gol. Kita sudah berusaha, semua cara dilakukan, tapi hasil 0-0 ini tetap harus kita syukuri,” ungkap Alex.

Di pertandingan lainnya, Mitra Surabaya berbagi poin dengan Persedikab Kediri setelah laga berakhir imbang 1-1.(kur/lio)

Exit mobile version