Perdana Tampil, Ini Persiapan Cabor Barongsai Kota Malang Jelang Porprov Jatim 2025

Cabor Barongsai Kota Malang saat berlatih jelang Porprov Jatim 2025. (blok-a.com/ Berril Labiq)
Cabor Barongsai Kota Malang saat berlatih jelang Porprov Jatim 2025. (blok-a.com/ Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Cabang olahraga (Cabor) Barongsai Kota Malang untuk pertama kalinya akan tampil di ajang Porprov Jawa Timur (Jatim) 2025.

Meski baru sebagai cabor resmi, persiapan dilakukan intensif, mulai dari pembinaan fisik, pemantapan teknik, hingga dukungan fasilitas. Target realistis pun dipasang, dengan harapan membawa pulang minimal satu medali emas.

Pelatih kepala Barongsai Kota Malang, Brilliant Matriwiria, menjelaskan bahwa rencana persiapan sudah disusun sejak awal tahun. Namun, distribusi peralatan dari KONI yang seharusnya selesai pada Januari mengalami keterlambatan.

“Kan puslatnya itu start Januari, sampai sekarang pun masih dalam proses. Tanggapan dari Dispora terkait masalah kemarin karena puasa jadi akhirnya molor. Cuma di cabor ini untungnya masih ada dari klub. Jadi puslat ini masih pakai dari klub,” kata Brilliant saat ditemui blok-a.com, Rabu (14/5/2025).

Meski belum semua peralatan lengkap, program latihan fisik tetap berjalan. Atlet menjalani tes fisik rutin untuk membantu pelatih mengetahui kondisi dan kelemahan masing-masing atlet.

Sekretaris Fobi Kota Malang, Ika Mahardhika (kiri), Kenzo, Atlet Debutan Cabor Barongsai (tengah), dan Bangkit Setiabudi, pelatih Cabor Barongsai (kanan). (blok-a.com/ Berril Labiq)
Sekretaris Fobi Kota Malang, Ika Mahardhika (kiri), Kenzo, Atlet Debutan Cabor Barongsai (tengah), dan Bangkit Setiabudi, pelatih Cabor Barongsai (kanan). (blok-a.com/ Berril Labiq)

“Tes fisik itu penting, jadi pelatih tahu mana yang harus dikejar. Ada juga pelatihan program latihan sebelum puslat dimulai. Jadi udah tahu arah latihannya ke mana,” tambah Brilliant.

Latihan intensif dilakukan hampir setiap hari. Bahkan saat pelatih luar kota didatangkan, intensitas latihan ditingkatkan menjadi tiga kali sehari.

“Kayak kemarin datangkan pelatih itu 3 hari latihan dari pagi jam 8 sampai jam 12. Habis itu sore jam 3 sampai jam 4. Habis itu lagi jam 7 sampai 9 malam,” tambah Brilliant.

Soal target, Brilliant menyebut, Cabor Barongsai bakal meraih satu medali emas. Namun dia bakal berusaha di setiap kategori nantinya. “Target kita minimal satu emas. Tapi kita pasti berusaha terbaik di semua kategori,” katanya.

Cabor Barongsai Kota Malang hanya akan turun di enam dari dua belas kategori di Porprov Jatim 2025 ini. Alasannya karena efisiensi anggaran dari pusat. Fokus utama ada di kategori Barongsai Tradisional yang menggabungkan koreografi cerita dan musik, dan ditargetkan jadi lumbung emas.

“Kategori tradisional itu lebih kayak ada koreografinya, alur ceritanya dengan musik. Sekarang yang utamanya di proposal kali ini yang tradisional itu menempatkan juara satu,” kata Ika Mahardhika, Sekretaris FOBI Kota Malang.

Ika mengapresiasi dukungan KONI dan Dispora Kota Malang yang memberikan fasilitas kebugaran dan layanan kesehatan. Menurutnya, program fitness mingguan sangat penting untuk membentuk kekuatan fisik, terutama bagi peran-peran kunci.

“Fitness seminggu sekali itu sangat membantu. Karena angkat beban itu penting banget buat pemain utama, kayak pemain ekor misalnya, yang harus kuat bawa temennya yang beratnya bisa sampai 50 kilo,” ujarnya.

Ika menambahkan, semua posisi, termasuk pemain musik, dilatih spesifik sesuai peran masing-masing agar kekompakan dan ketahanan fisik tetap terjaga.

Sementara itu, Bangkit Setiabudi, salah satu pelatih, mengatakan persiapan fisik jadi fokus utama sejak awal. Apalagi mayoritas atlet adalah debutan, karena Porprov membatasi usia maksimal 23 tahun.

“Anak-anak ini fisiknya mulai kita geber. Jadi kalau di Barongsai, anak-anak mulai kita target untuk lari sekilo per hari. Mungkin itu untuk persiapan fisiknya,” kata Bangkit.

Dari deretan atlet muda, salah satu yang menonjol adalah Kenzo, atlet ketangkasan berusia sekitar 10–11 tahun. Ia akan tampil sebagai pemain depan dan dinilai punya potensi besar.

“Dia masih muda, punya potensi besar. Ini jadi debut pertamanya, dan juga debut Kota Malang di Porprov,” ujarnya.

Dengan persiapan intensif, dukungan pelatih, serta fasilitas dari KONI dan Dispora, tim Barongsai Kota Malang optimistis bisa tampil maksimal dan meraih hasil terbaik di Porprov IX Jatim 2025. (ber/bob)

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com