Gresik, Blok-a.com – Pengurus Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kabupaten Gresik mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Domino yang akan digelar di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Sabtu (28/3/2026).
Ajang ini menjadi momentum penting untuk menjaring atlet domino berbakat sekaligus memperkuat struktur kompetisi olahraga domino di tingkat daerah.
Ketua ORADO Gresik, M Choirul Rizal, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pertandingan yang profesional dan mengacu pada standar peraturan resmi.
“Dalam Kejurkab ini, kami menggunakan aturan baku permainan domino. Satu pertandingan terdiri dari tiga set, dan satu set dinyatakan selesai apabila salah satu tim mencapai 101 poin. Tim yang lebih dulu memenangkan dua set akan dinyatakan sebagai pemenang,” ujarnya.
Rizal menambahkan, sistem permainan dirancang untuk menjamin sportivitas dan kualitas kompetisi. Setiap ronde memiliki aturan giliran berdasarkan balak, dimulai dari balak 0 hingga balak 6. Perhitungan poin dilakukan secara akumulatif dari batu yang tersisa di tangan lawan.
“Bahkan ada skema bonus poin seperti dua ujung cocok dan kondisi apollo, yang bisa langsung menentukan kemenangan dua set sekaligus,” imbuhnya.
Menurutnya, persiapan teknis meliputi kesiapan arena pertandingan, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan panitia pelaksana dan wasit.
“Kami ingin Kejurkab ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi standar baru penyelenggaraan olahraga domino di Gresik. Semua perangkat pertandingan sudah kami briefing agar memahami aturan secara detail,” tegasnya.
Kejurkab ORADO Gresik ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, didampingi Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif Maslihan.
Dalam keterangannya, Bupati Gresik menyambut positif perkembangan olahraga domino yang kini mulai terorganisir secara profesional.
“Olahraga domino ini memiliki potensi besar sebagai wadah pembinaan karakter, strategi, dan sportivitas. Kami mendukung penuh kegiatan Kejurkab ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang inklusif di Gresik,” ujarnya.
Ia berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang bisa bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Kami ingin dari Gresik lahir atlet domino yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan fair play,” pungkasnya.
Pelaksanaan Kejurkab di WEP diprediksi akan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Gresik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi komunitas domino di daerah tersebut. (ivn/ova)










Balas
Lihat komentar