Lina Mukherjee Bantah Berkali-kali Mangkir Panggilan Polisi, Buntut Video Makan Babi

TikToker Lina Mukherjee klarifikasi usai ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama akibat konten video makan kulit babi sambil mengucap bismillah. (Tangkapan layar Instagram)
TikToker Lina Mukherjee klarifikasi usai ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama akibat konten video makan kulit babi sambil mengucap bismillah. (Tangkapan layar Instagram)

blok-a.com TikToker Lina Mukherjee angkat bicara usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama akibat video makan kulit babi yang dibuatnya. Ia pun membatah kabar yang beredar bahwa dirinya sengaja berkali-kali menghindari panggilan polisi selama proses penyelidikan.

“Apakah Lina Mukherjee sudah ditetapkan sebagai tersangka? Pertama-tama aku nggak tahu karena aku belum datang ke sana. Kan gini, kalau kita dilaporkan orang kita harusnya punya kesempatan untuk berbicara,” kata Lina Mukherjee dalam unggahan Instagram Storiesnya, Jumat (28/4/2023).

TikToker yang kerap bertemu dengan artis-artis Bollywood itu, mengakui dirinya sudah mendapat surat panggilan dari penyidik Polda Sumatera Selatan. Akan tetapi, dia tak bisa datang karena beberapa hal.

“Memang benar pada tanggal 18 (April) aku ada panggilan polisi tulisannya klarifikasi. Kenapa Lina Mukherjee nggak datang? Karena kondisi lambung aku benar-benar sakit dan susah cari tiket pesawat untuk ke sana. Makanya aku pikir habis Lebaran saja karena tanggal 23-nya kan Lebaran gitu loh, mepet banget. Pengacara aku juga belum bisa kalau tanggal segitu, makanya aku nggak datang,” jelas Lina Mukherjee.

Menurutnya, dia baru satu kali mendapat panggilan dan tak menyangka dirinya dikabarkan akan dijemput paksa.

“Kenapa Lina Mukherjee menjadi tersangka sedangkan belum dikasih kesempatan bicara? Pasalnya Lina Mukherjee nggak kooperatif. Aku ini sebenarnya menghormati pelapor sebagai ustaz ya, tapi ada hal yang kadang-kadang aku nggak setuju sama dia yang berselisih paham,” ungkapnya.

Lina Mukherjee menegaskan dirinya juga sudah meminta maaf di televisi dan melalui Instagram soal tindakannya itu, sesuai dengan keinginan pelapor.

“Aku tidak memikirkan musuh. Siapa tahu dengan kejadian ini ada berkah lebih baik, mendewasakan. Aku lebih hati-hati bertindak. Aku kaget banget baca berita, jemput paksa, nggak datang berkali-kali. Diundang mendekati Lebaran itu nggak gampang. Aku memang belum datang ke Sumatera Selatan sama sekali. Kalau ada panggilan kedua aku datang,” tegas Lina Mukherjee.

Lina awalnya dilaporkan oleh seorang ustaz di Palembang, M Syarif Hidayat atas dugaan penistaan agama pada Rabu (15/3/2023) lalu.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok pribadinya @lilumukerji, Lina Mukherjee terdengar berulang kali menyebut bahwa ia telah melanggar rukun iman karena memakan kulit babi.

“Bismillah eh lupa, guys hari ini sepertinya aku dipecat dari kartu keluarga. Karena aku penasaran banget dengan namanya kriuk babi ya, jadi hari ini rukun iman sudah ku langgar. Pasti ini kartu keluargaku dicabut, tapi aku cuma penasaran karena di tiktok itu banyak kriuk ya. Tapi kok makan kriuk babi aku merinding,” kata Lina dalam konten video tersebut.

Dirkrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Agung Marlianto mengatakan, polisi telah memanggil beberapa saksi ahli untuk dimintai keterangan untuk mengusut laporan tersebut. Mulai dari saksi ahli bahasa, MUI hingga agama untuk meneliti konten Lina Mukherjee ketika sedang memakan kulit babi.

“Kami telah mengundang beberapa ahli, termasuk ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana. Kami mengundang para ahli tersebut untuk memastikan apakah konten Lina Mukherjee yang memakan babi merupakan suatu perbuatan pidana,” katanya.

Berdasarkan hal itulah, lanjutnya, pihaknya pun resmi menetapkan Lina sebagai tersangka di kasus penistaan agama, dalam konten makan babi tersebut pada Kamis (27/4/2023).

“Kami juga sudah menerima surat pemberitahuan hasil fatwa MUI pada 18 April 2023 lalu yang menyatakan apa yang dilakukan Lina Mukherjee termasuk penistaan agama,” tutur Agung.

Agung mengatakan Lina mangkir pada panggilan pertama. Selanjutnya, pihaknya akan segera melakukan proses pemanggilan terhadap Lina sebagai tersangka.

“Penyidik langsung bergerak cepat melakukan proses pemanggilan, di panggilan yang pertama yang bersangkutan tidak hadir. kemudian kami terbitkan surat pemanggilan yang kedua agar datang pada 2 Mei 2023 nanti,” ujar Agung.

“Apabila Lina Mukherjee tidak hadir dalam pemanggilan kedua dan akan kami terbitkan surat pemanggilan ketiga plus surat perintah membawa (penangkapan),” imbuhnya.(lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?