Berusia 265 Tahun, Ini Sejarah Pura Mangkunegaran Lokasi Pernikahan Kaesang

Pura Mangkunegaraan, Solo akan menjadi lokasi pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.
Pura Mangkunegaraan, Solo akan menjadi lokasi pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono (ist)

blok-A.com – Pura Mangkunegaran, Solo akan menjadi lokasi pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.

Berbeda dengan sang kakak yang dirayakan di gedung bersama milik keluarga, Graha Saba. Resepsi pernikahan Kaesang dengan Erina akan terselenggara di tempat legendaris yang telah berusia 265 tahun.

Menurut informasi yang beredar, pernikahan Kaesang dan Erina ini akan dilaksanakan pada 10 Desember 2022 nanti.

Lantas bagaimana sejarah dari Pura Mangkunegaran yang akan dijadikan lokasi resepsi putra bungsu Jokowi ini? Untuk mengetahui selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Sejarah Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said pada 1757, setelah menandatangani Perjanjian Salatiga.

Berdasarkan perjanjian itu, Raden Mas Said diakui sebagai pangeran merdeka dengan wilayah otonom berstatus kadipaten yang diklaim oleh Praja Mangkunegaran.

Raden Mas Said kemudian diangkat sebagai pendiri sekaligus penguasa pertama Mangkunegaran, dengan gelar Mangkunegara I, dan berkedudukan di Pura Mangkunegaran.

Pembangunan istana terus dilakukan oleh para penguasa Mangkunegaran selanjutnya. Seperti pada 1886, Mangkunegara IV (1853-1881) melengkapi bangunan dengan menambah bangsal besi pada sekeliling pendopo.

Penyempuraan bangunan Pura Mangkunegaran hingga diperoleh bentuknya seperti sekarang dilakukan oleh Mangkunegara VII (1916-1944).

Kompleks Bangunan dan Fungsinya

Pura Mangkunegaran terletak di Jalan Ronggowarsito, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kompleks bangunannya dibagi menjadi tiga halaman.

Halaman pertama disebut pamedan, yakni lapangan berdenah persegi panjang yang membujur dari barat ke timur. Di sebelah timur pamedan terdapat bangunan Kavaleri Artileri berlantai dua dengan gaya Eropa, yang dulunya digunakan oleh pasukan Legiun Mangkunegaran. 

Di belakang pamedan terdapat pintu gerbang yang akan mengantarkan pada halaman kedua, di mana terdapat Pendopo Ageng berbentuk Joglo dengan arsitektur bergaya Jawa-Eropa. Pendopo biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan tari dan wayang, yang diiringi dengan irama gamelan.

Di sebelah timur pendopo terdapat Perpustakaan Reksa Pustaka, yang dibangun oleh Mangkunegara IV. Perpustakaan ini terletak di lantai dua bangunan Hamongpraja, yang digunakan sebagai kantor rumah tangga urusan istana. 

Disebelah utara pendopo terdapat peringgitan, Dalem Agung, dan tempat tinggal keluarga Mangkunegaran. Dalem Agung sekarang berfungsi sebagai museum, yang memamerkan berbagai macam benda seni, perhiasan, senjata, pakaian, hingga gambar penguasa Mangkunegaran. 

(hen/bob)

Exit mobile version