Warga Keluhkan APK yang Dinilai Ganggu Pemandangan saat Lewat Jembatan Kedungkandang

Padatnya APK di Jembatan Kedungkandang bikin resah pengguna jalan. (foto : Widya Amalia/Blok-A)

 

Kota Malang, Blok-a.com –  Pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 mendatang semakin dekat. Hal ini pula membuat semakin banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) yakni salah satunya adalah di Jembatan Kedungkandang, Kota Malang.

Nampak, berbagai APK itu terpasang dengan semerawut di Jembatan Kedungkandang Kota Malang.

Pantauan wartawan Blok-A.com, pemandangan padatnya APK itu akibat jarak masing-masing bendera dan baliho kecil tersebut sangat dekat. Kemudian, banyak partai politik (parpol) juga berselang memasang APK di atas jembatan itu. Ada beberapa bendera parpol yang sudah tak berdiri tegak lagi. Tiangnya yang terbuat dari bambu miring. Bahkan, beberapa dari bendera itu terlihat sudah goyah.

Begitu pula dengan banner kecil yang berisikan wajah calon legislatif (caleg) itu. Banyak dari banner kecil itu sudah mulai goyah dan jatuh ke tanah.

Pemandangan itu juga diperparah dengan terpasangnya tiga baliho raksasa di sebelah utara Jembatan Kedungkandang. Tidak hanya caleg, namun terpampang gahar calon presiden (capres) dan ketua partai.

Sementara itu, pemandangan tersebut jelas menyebabkan rasa jengkel bagi pengguna jalan. Apalagi ketika jembatan tersebut macet.

“Aku iku nggak papa kalau mau dipasang sebagai kenal kenal tapi kalau tidak terawat dan menuh-menuhi opo sing kate disawang?” ujar supir ojek online roda dua, Billi.

Lelaki 25 tahun ini justru semakin jengkel melihat wajah-wajah yang tak dikenalinya itu, bersamaan dengan APK yang sudah berantakan.

“Lek macet kan mesti mandheg dan ndelok, dadi tambah sumpek. Tolonglah ini yang bertanggung jawab, dirapikan,” protes lelaki berkumis ini.

Selain itu, hal itu juga sama dirasakannya oleh pengguna roda empat, Arifin. Menurut dia, memang keberadaan APK tidak banyak berpengaruh padanya. Namun, dia khawatir apabila APK dipasang secara liar dan mudah copot maka bisa melukai pengendara jalan.

“Sebenarnya tidak mengganggu, tapi bagaimanapun mengkhawatirkan itu kalau saya liat mau copotlah, miringlah, takutnya melukai pengguna jalan. Kan seperti banner dan bendera itu dipasang di pagar jembatan, lha bawahnya kan masih jalan. Bawah jembatan ini lho masih jalan. Ya amit-amit, semoga nggak ada yang kejatuhan,” beber dia.

Warga Perumahan Puri Cempaka Putih ini menyebut, biasanya jembatan tersebut nampak resik dan elegan. Dia menyayangkan pemandangan tersebut setiap pulang kerja.

“Biasanya sore masih bisalah, kita curi curi suasana sendu-nya khas Malang gitu. Sejak ada APK ini kok rasanya lain, romantisnya ilang,” ujar dia tertawa. (mg2/bob)

Exit mobile version