Para Pemuda di Blitar Diajak Bakesbangpol Jatim Tumbuhkan Nasionalisme

Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur menggelar acara Pemberdayaan Organisasi Masyarakat dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan di Hotel Ilhami. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur mengajak para pemuda di Kabupaten Blitar untuk berorganisasi masyarakat (ormas) yang memiliki landasan Pancasila. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme para pemuda Kabupaten Blitar.

Acara Pemberdayaan Organisasi Masyarakat dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan di Hotel Ilhami, Rabu (06/12/2023) tersebut, diikuti 180 pemuda Kabupaten Blitar.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Andik Tri Cahyanto mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini perlu menumbuhkan sikap nasionalisme. Karena di era tidak ada batas antar bangsa ini, rawan masuknya faham-faham yang tidak sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia.

“Hadirnya teknologi informasi digital, membuat dunia tidak ada sekat dan menjadi media penyebaran faham-faham yang tidak sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia,” kata Andik Tri Cahyanto, Rabu (06/12/2023).

Lebih lanjut Andik menandaskan, negara memiliki konstitusi yang menjamin warganya untuk memberikan kebebasan pendapat lisan dan tulisan. Hal tersebut, dijamin dalam pasal 28 UUD 1945.

“Di era reformasi seperti sekarang ini, jangan takut untuk berpendapat. Namun ada koridor hukum yang harus dipatuhi,” tandasnya.

Ditambahkannya, jika tidak selektif akan masuk faham-faham yang merusak sendi-sendi negara.

“Kalau kita tidak selektif maka anak-anak akan melihat hal-hal yang membahayakan. Seperti masuknya faham-faham, radikalisme, dan terorisme,”imbuhnya.

Untuk menguatkan pemberdayaan ormas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membuat aturan, yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Timur nomor 11 tahun 2022.

“Peraturan Pemerintah Jawa Timur membutuhkan peran serta masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen kompak dan kerjasama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Andik.

Andik menegaskan, untuk mencegah radikalisme bukan menjadi tanggungjawab TNI dan Polri, namun peran serta orang tua.

“Orang tua wajib preventif dan memberikan pemahaman kepada keluarga dan anak supaya tidak terjangkit faham radikal. Karena fahan radikal itu tidak sesuai dengan aqidah dengan agama,” tegasnya.

Sementara Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim mengatakan, Indonesia tidak harus berdasarkan Islam. Namun menurutnya yang lebih penting mencintai Tuhanya dan Tanah Airnya.

“Organisasi apapun dasarnya harus Pancasila, baik dari Sabang sampai Merauke,” kata Gus Tamim sapaan akrab Ahmad Tamim. (jar)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com