Blok-A.com – Nama Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa masuk dalam bursa bakal calon presiden (bacapres) yang diumumkan Partai NasDem. Pengumuman ini disampaikan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.
Penyebutan nama Andika Perkasa ini tidak sendirian ia disandingkan dengan dua nama bakal Capres Partai NasDem lainnya. Nama lain yang disebut ialah Anies Baswedan yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan total pilihan terbanyak dari DPW Partai NasDem. Selain itu juga ada nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga disebutkan oleh Surya Paloh setelah Rakernas Partai NasDem.
“Saya akan bacakan, penetapan rekomendasi bakal capres pada Pemilu 2024. Pertama, Anies Rasyid Baswedan. Kedua, Muhammad Andika Perkasa. Ketiga, Ganjar Pranowo,” kata Surya.
Surya memandang ketiga kandidat capres memiliki kualitas yang sama. Ia menjelaskan, nomor urut kandidat capres tidak menunjukan keunggulan satu sama lain.
“Itu komitmen saya, penghargaan saya,” ucapnya.
Sebelum mengerucut ke-3 nama itu, ada sejumlah nama tokoh yang diusulkan para Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem, salah satunya adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Sayangnya Erick harus tersingkir, padahal mengantongi dukungan 16 DPW NasDem dan menempati posisi ke-3 setelah Anies (32 DPW) dan Ganjar (29 DPW). Sekretaris Steering Committee (SC) Rakernas NasDem Willy Aditya pun menjelaskan mengenai alasan Erick tak terpilih sebagai 3 besar capres rekomendasi NasDem.
“Sudah dijelaskan, kita dalam proses menentukan 3 nama itu jumlah terbanyak. Dalam mekanisme partai kita gariskan. Dalam rapat SC, variabel menonjol lebih kualitatif, setelah kuantitatif. Kata Pak Surya (Paloh) kami tidak hanya megang hasil survei. Maka kenapa Pak Andika, kami (melihat) lebih ke faktor kualitatif,” ujar Willy
Seperti diketahui, Jenderal Andika Perkasa merupakan Panglima TNI yang baru dilantik pada November 2021, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Saat itu, Jenderal Andika menjadi calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo. (hen)




