Sidoarjo, blok-a.com – Ratusan Gawagis dan Nawaning se Kabupaten Sidoarjo, menggeber gerakan khataman Al-Qur’an untuk keberkahan Indonesia dan memenangkan Prabowo-Gibran.
Gerakan khataman Al-Qur’an yang diberi nama gerakan Khataman Indonesia Maju (KIM), ini dilaunching di Hotel Aston, Kahuripan Raya, Buduran, Sidoarjo, Jumat (5/1/2024) pukul 19.00 WIB.
Sederet Gus dan Ning (sebutan putra dan putri kiai Pondok Pesantren) ini hadir di acara launching KIM ini. Hadir pula Ketua Pusat JKSPN Pati, Jawa Tengah, Gus Itqonul Hakim yang memberikan pemaparan motivasi dan dasar gerakan KIM yang juga dilakukan di seluruh Indonesia dimulai dari Pati, Jawa Tengah.
Ketua JKSPN Pusat, Gus Itqonul Hakim atau Gus Itqon, mengatakan launching gerakan ini menunjukkan kepedulian Gawagis dan Nawaning (Gus – Ning), untuk Indonesia Maju.
Jika kemudian pilihan di Pilpres 2024 ini jatuh kepada pasangan Prabowo-Gibran diakui setelah proses panjang baik konsultasi dan dawuh atau petuah kiai.
“Kami melaksanakan kegiatan ini sudah melalui proses panjang, konsultasi, dan juga meminta nasihat para kiai,” tegasnya.
Menurutnya berdasarkan pertimbangan sangat panjang, kemudian gerakan khataman Alquran di kampung-kampung akan menjadikan berkah dan sangat baik. Karena di situ berisi doa untuk keamanan bangsa dan terutama untuk kemenangan pasangan Prabowo – Gibran, yang secara hitung-hitungan manusia menang, baik di satu putaran atau dua putaran.
Gus Itqonul Hakim, mengaku mendapat mandat dari Ketua Dewan Pembina JKSPN, KH Abdul Rozin Sahal, Pati, Jateng, untuk membentuk di Jawa Timur dimulai dari Sidoarjo.
“Kami tidak serta merta melaksanakan gerakan khataman ini, dan sudah pertimbangan panjang.
Meminta nasihat juga ke para kiai dan meminta ridho beliau, karena takut akan ada pergeseran nilai, yakni menjual Al-Qur’an. Ternyata kesimpulannya sebagai ikhtiar doa kebangsaan hal itu tidak menjadi masalah,” ujarnya.
“Di gerakan khataman itu kita mengajak ibu-ibu dan jamaah untuk khataman Alquran digawangi Hafizah.
Kita ajak ngaji juz juz an. Di sana kita mendoakan bangsa, dan mendoakan satu putaran kemenangan bagi Prabowo Gibran,” lanjutnya.
Gus Itqon, menegaskan bahwa saat ini di detik terakhir menjelang Pemilu 2024 tidak lagi bergerak seremoni. Tapi sudah harus bergerak di wilayah kultural, akar rumput dan pergerakan nyata untuk kemenangan Prabowo-Gibran.
“Apalagi di semua lembaga survei manapun menyatakan Prabowo-Gibran menang. Baik satu atau dua putaran.
Itung-itungane manusia seperti itu. Dan kita ingin mendorong menggapai takdirnya. Mendoakan keamanan di Pemilu dan kemenangan Prabowo Gibran,” tegas Gus Itqon lagi.
Hadir pula Gus Jauharuddin atau Gus Roddin, yang lulusan Kairo, Mesir menambahkan bahwa dukungan kepada Prabowo-Gibran setelah mendapat dawuh dari Habib Lutfi bin Yahya.
“Kalau kita melihat Indonesia dari dunia luar, maka kita saat ini membutuhkan pemimpin seperti sosok Prabowo. Bukan kita mengatakan dua pasang lain tidak baik. Tapi kita butuh orang kuat yang punya power dan jejaring di negeri teluk dan dunia lain, yakni hanya Prabowo.
“Kami juga sebelumnya sudah mendapat bisikan dari keluarga di Ponpes Tebuireng bahwa jika Prabowo nanti suatu saat mencalonkan Presiden atau RI 1 maka dukunglah, itulah pesannya,” ujar Gus Roddin.
Sementara itu, Gus Solachul Aam Wahid Wahab, cucu dari KH Wahab Hasbullah, Tambakberas Jombang, mengatakan di awal sudah jalan duluan dengan Kiai Kampung, untuk meresonansi suara Prabowo Gibran.
Diakui bahwa di Jatim tidak mudah memenangkannya. Namun, dari pembicaraan dengan Habib Lutfi, bahwa ke depan menghadapi Indonesia Emas 2045 menjadi momentum anak muda seperti Gibran.
“Maka anak-anak muda NU harus hadir. Di 2045, kebangkitan II NU, dan harus ada perbaikan negeri ini. Dari gerakan khataman Alquran ini akan ada energi spiritual, untuk bangsa ini agar berkah.
“Kita sudah jalan dengan 8000 kiai kampung, melalui Ansor, Rijalul Ansor Jatim. Sehingga gerakan khataman Alquran ini menutup celah yang kurang. Di situ ada doa, dan untuk kepemimpinan yang berkah,” ujar Gus Aam, yang juga TKD Provinsi Jatim ini.
“Bagi kita, Prabowo terbaik dalam visi misinya. Tidak menjadikan kandidat lain jadi musuh, namun musuh bersamanya adalah ketertinggalan dan kemiskinan,” ujar Gus Aam.
Setidaknya bangsa ini punya harapan untuk anak cucu ke depan dengan memenangkan Prabowo Gibran. “Dan tidak bisa Prabowo Gibran kerja sendirian. Tapi harus dibantu dengan doa dan ikhtiar,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua JKSPN Sidoarjo, Gus Muhammad Fauzi, yang juga putra KH Amirudin Muin, Ponpes Sabilul Rosyad, Sidoarjo, mengatakan secara teknis akan membagi Sidoarjo 4 zona. Yakni, barat, timur, utara dan selatan.
Dari 18 kecamatan se Kabupaten Sidoarjo, dengan gerakan khataman Indonesia Maju ini akan muncul kekuatan pemenangan Prabowo Gibran di Sidoarjo, dan menyumbang 4-5 persen suara nasional.
“Kita di desa-desa akan menggelar khataman dengan mengundang 60 jamaah ibu-ibu untuk mengikuti kegiatan. Harapannya, paling tidak dalam satu kegiatan di Pilpres ini Prabowo – Gibran bisa menyumbang 5 persen suara nasional.
“Kalau alasan mendukung Prabowo Gibran, yaa tadi sudah disampaikan oleh beberapa para kiai dan gus karena melihat Indonesia membutuhkan sosok Pak Prabowo yang bisa berbicara dan kuat di mata dunia luar, jazirah Arab, Eropa dan China. Itu kekuatan Indonesia akan berjaya di masa depan,” tegasnya.
Terlihat hadir di acara itu, Gus Edy, menantu KH Hasyim Muzadi, Malang Gus Irsyad, dari Madura, dan para Ning atau putri kiai se Sidoarjo. Acara ditutup dengan ikrar memenangkan Prabowo Gibran di Pilpres 2024.(kim)









