Debat Publik Kedua Pilwali Kota Malang, Para Paslon Beber Strategi Pelayanan Masyarakat

KPU) Kota Malang menggelar debat publik kedua dalam rangka Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2024, Sabtu (9/11/2024) malam.
Ketiga paslon berfoto bersama seusai debat publik kedua (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

 

Kota Malang, blok-a.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggelar debat publik kedua dalam rangka Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2024, Sabtu (9/11/2024) malam. Debat publik kedua kali ini membawa tema ‘Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat Dan Menyelesaikan Persoalan Daerah’ digelar di Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing.

Para pasangan calon (paslon) pun beradu gagasan untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat yang berkaitan dengan tema pada debat publik Pilwali Kota Malang kedua ini.

Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Wahyu Hidayat – Ali Muthohirin pun mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan visi dan misinya yang berkaitan dengan tema tersebut.

Wahyu Hidayat menyampaikan sudah banyak persoalan dan permasalahan yang ia selesaikan saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Namun ia mengakui dengan waktu yang terhitung singkat, masih banyak persoalan yang harus diselesaikan dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Kami pasangan WALI tentunya dengan visi misi mbois berkelas. 10 Bulan 17 hari saya menjalankan amanah sebagai Pj Wali Kota Malang, tentu belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan warga Kota Malang saat ini,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, jika terpilih menjadi pemimpin di Kota Malang, permasalahan tersebut akan segera diatasi. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan khususnya masyarakat Kota Malang, Wahyu bersama Ali Muthohirin optimis akan mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kota Malang.

“Kami WALI didukung 14 partai politik, sejalan dengan pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran, bertekad untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebur,” tukas Wahyu.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1, Ali Muthohirin menyebut dengan menjaga dan melanjutkan kebijakan yang lama baik dan menghadirkan kebijakan baru yang baik, menjadi prinsip paslon WALI untuk mengelola dan memajukan Kota Malang.

“RT 50 juta per tahun, mengurai kemacetan, menjadi prioritas kami. Dan dengan prinsip pemerintahan yang bersih dan tidak korupsi,” tegas Ali.

Sementara itu, paslon nomor urut 2, Heri Cahyono – Ganisa Rumpoko Pratiwi menyampaikan komitmennya untuk memberikan pelayanan publil yang maksimal bagi masyarakat Kota Malang. Melalui program Puskesmas Pental, paslon Sam HC – Ganis siap merangkul dan memberi ruang bagi masyarakat yang memerlukan penguatan hati dan pikiran.

“Untuk mereka yang lahir istimewa, para disabilitas yang ingin suara dan haknya diakui dengan akses yang setara dan layanan yang inklusif,” tambah Ganis, Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 2.

Paslon nomor urut 3, Abah Anton – Dimyati Ayatullah menyampaikan komitmen paslon ABADI untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang adil dan terukur.

“Peduli Wong Cilik akan selalu menjadi perhatian utama kami dalam perencanaan kebijakan. Oleh sebab itu pemerintah akan terus melakukan blusukan-blusukan di kelurahan untuk mempercepat pembangunan di segala sektor,” ujar Abah Anton.

Exit mobile version