Mojokerto, blok-a.com – Seorang wanita ditemukan meninggal dunia di parit dekat rel kereta api di Desa Karang Kedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat pagi (14/2/2025) sekitar pukul 05.20 WIB.
Penemuan jenazah ini terjadi saat kondisi jalan sedang ramai oleh para jamaah pengajian KH. Khusen Ilyas yang melintas. Kabar tersebut cepat tersebar hingga akhirnya seorang warga mengaku bahwa korban adalah saudaranya.
“Itu saudara saya, namanya Nur Aliyah. Rumahnya di Dusun Gambuhan. Sejak tadi suaminya mencari-cari. Itu motornya, Yamaha Aerox merah,” ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.
Polisi yang tiba di lokasi segera mengatur lalu lintas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan para saksi, korban diduga tewas usai menabrakkan diri ke kereta api Dhoho jurusan Blitar yang tengah melintas.
Kanit Reskrim Polsek Sooko, Ipda Achmad Arif Tertana, membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui bernama Nur Aliyah (31), warga Dusun Gambuhan, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
“Informasi dari suaminya, sejak subuh korban sudah tidak ada di rumah. Suaminya sudah berusaha mencarinya, lalu mendapat kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia,” ujar Ipda Arif saat dikonfirmasi blok-a.com melalui sambungan telepon.
Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang meninggalkan seorang suami dan dua anak kecil. Menurut keterangan saksi mata, korban awalnya mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox warna merah, nopol S 5185 V, dan memarkirkannya di pinggir jalan sebelum naik ke atas rel saat Kereta Api Dhoho jurusan Blitar melintas dari arah Surabaya.
Akibatnya, korban terpental sejauh sekitar 100 meter dan masuk ke dalam parit di sisi utara rel kereta api dengan kondisi perut robek serta sebagian isi perut tercecer.
“Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Keluarga korban juga sudah berada di sana,” pungkas Ipda Arif. (sya/lio)




