Diduga Pecah Ban, Truk Bermuatan Sapi Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Truk muatan sapi yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas tol JoMo.(Foto: PJR 3 Polda Jatim)
Truk muatan sapi yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas tol JoMo.(Foto: PJR 3 Polda Jatim)

Jombang, blok-a.com – Truk Isuzu bermuatan sapi terguling setelah diduga mengalami pecah ban di KM 692 jalur A ruas Tol Jombang-Mojokerto, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dan fasilitas jalan tol, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Truk Isuzu bernopol W 9390 K yang dikemudikan Nur Ismail, 44, warga Kabupaten Gresik, saat itu tengah melakukan perjalanan dari Ponorogo menuju Krian, Sidoarjo. Kendaraan tersebut juga membawa seorang kernet bernama M Gilang Ramadhan, 20, warga Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Panit PJR 3 Polda Jatim Ipda Ridho Pramana menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk bermuatan sapi tersebut melaju di jalur A Tol Jombang-Mojokerto. Sesampainya di KM 692, truk diduga mengalami pecah ban belakang sebelah kiri hingga menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

“Diduga kendaraan mengalami pecah ban kiri belakang sehingga truk oleng ke kiri. Menabrak guardrail atau pagar pembatas jalan tol, kemudian terguling di lajur lambat,” jelas Ipda Ridho Pramana.

Menurutnya, saat kecelakaan terjadi, kondisi arus lalu lintas di ruas tol tersebut terpantau lancar dengan cuaca cerah. Meski truk terguling, pengemudi dan kernet berhasil selamat tanpa mengalami luka-luka.

“Dalam kejadian kecelakaan tunggal ini tidak terdapat korban luka berat, luka ringan maupun korban meninggal dunia. Pengemudi dan kernet dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, truk mengalami kerusakan yang ditaksir mencapai sekitar Rp28 juta. Sementara itu, kerusakan pada sarana jalan tol masih dalam proses penghitungan oleh pihak pengelola.

Petugas PJR 311 yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian bersama pihak pengelola Tol Jombang-Mojokerto. Petugas kemudian melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TPTKP), mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kecelakaan selama proses penanganan berlangsung.

“Petugas bersama pengelola tol telah melakukan penanganan di lokasi, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, olah TKP, pendataan saksi hingga proses evakuasi kendaraan,” terangnya.

Truk yang terguling selanjutnya dievakuasi dari lokasi kejadian menuju Pos 684 untuk penanganan lebih lanjut.

Dugaan sementara, kecelakaan dipicu pecahnya ban belakang sebelah kiri yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali. Meski demikian, penanganan dan pendataan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.(Sya)

Exit mobile version