Kota Malang, blok-a.com – Korban dari ledakan petasan hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Lavalette, Kota Malang. Dua dari total korban masih harus dirawat pasca operasi.
Hal itu diungkap oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Malang dari Dapil Lowokwaru, Trio Agus Purwono ke blok-a.com, Jumat (21/3/2025).
Trio menjelaskan, korban dari ledakan petasan di Jalan Ikan Piranha Atas 1 Timur RT 1 RW 1, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu ada lima. Dua luka parah dan tiga luka ringan. Tiga anak yang luka ringan ini sudah dipulangkan.
“Semua sudah dibawa ke rumah, yang tiga sudah pulang. Yang dua sudah dilakukan tindakan operasi. Tempatnya dirawat di RS Lavallete,” jelasnya.
Kesemua korban ledakan petasan itu sendiri adalah anak-anak. Dua orang yang terluka parah, kata Trio, dikarenakan terkena serpihan serbuk dan kaca.
“Karena ledakannya itu menimbulkan serpihan kaca, karena kaca sekitarnya kan juga pecah. Sehingga serpihan kaca itu membuat luka-luka yang ada di badannya itu,” kata Wakil Ketua II DPRD Kota Malang.
Trio pun saat mengetahui adanya peristiwa itu langsung ke IGD RS Lavalette Kamis (20/3/2025). Dia menceritakan, awalnya keluarga kedua korban yang terluka parah sempat kebingungan.
Sebab, BPJS Kesehatan ternyata tidak bisa diklaim untuk biaya operasi. Trio pun sudah mengkonfirmasi hal ini ke RS Lavallete hingga BPJS Kesehatan itu sendiri.
“Ternyata tidak bisa digunakan BPJS-nya mengingat kecelakaan itu ledakan itu buka ntermasuk yang bisa dicover BPJS. Apalagi itu masuk katrgori kegiatan yang membahayakan diri sendiri. Memang secara SOP aturannya seperti itu,” tuturnya.
Sehingga akhirnya, Trio bersama warga Jalan Piranha Atas 1 Timur RW 1 langsung menggalakkan donasi. Sebab biaya operasi itu cukup besar. Per anak membutuhkan Rp 16 juta. Sementara keluarga korban bukan dari keluarga yang mampu. Bahkan sudah ada yang tinggal bapaknya.
“Itu di luar perawatannya pasca kritis dan obat-obatannya,” kata dia.
Trio pun menjelaskan, hasil dari donasi saat ini sudah terkumpul Rp 20 juta. Donasi itu termasuk dari uang pribadi Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.
“Dan alhamdulilah saat ini terkumpul hampir Rp 20 jutaan termasuk dari pak Wawali juga ikut nyumbang kan,” kata dia.
Donasi pun direncakan juga bakal menggunakan uang dari Baznas Kota Malang. “Tapi tepat Baznas kan tidak bisa sepenuhnya support semuanya, ya karena juga ada keterbatasan.” kata dia.
Politikus dari PKS ini menambahkan, untuk meringankan biaya pengobatan juga dibuka opsi pemindahan perawatan pasca kritis ke RSUD Kota Malang. Terkait hal ini, dia sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso.
“Karena kan RSUD kan punya Pemkot Malang kalau gitu mungkin ada diskresi ya mungkin obat-obatannya sepenuhnya ditanangani RSUD,” kata dia.
Dia pun berharap kejadian serupa tidak terjadi di Kota Malang. Dia meminta pemerintah hingga aparat untuk menggelar operasi. Operasi itu bisa menyasar penjualan petasan yang marak jelang Lebaran.
“Termasuk aktivitas warga yang sekitarnya anak-anak ini bisa mendapatkan petasan secara online. Itu bisa terus pantau,” kata dia. (bob)




