Tersengat Listrik Lalu Hanyut, Warga Malang Meninggal Dunia

Kabupaten Malang, blok-a.com – Alif Saifurin, warga Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang ditemukan tewas tersengat aliran listrik kemudian hanyut terseret arus sungai, pada Kamis (28/11/2024) sekitar pukul 14.22 WIB.

Sebelumnya, diinformasikan hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya hingga menyebabkan air sungai meluap dan mengakibatkan tiang listik penerangan lampu jalan roboh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban meninggal karena tersengat listrik lalu hanyut terseret arus sungai yang deras.

“Korban kena kabel listrik dan tersertrum, kemudian pingsan dan terseret arus,” kata Sadono saat dikonfirmasi, Kamis (29/11/2024).

Terpisah, Kapolsek Gedangan, AKP Selamet Subagyo menerangkan, kejadian tersebut diketahui oleh salah seorang warga setempat bernama Hasan.

Berdasarkan pengakuan saksi, peristiwa ini bermula saat korban melihat debit air sungai di sekitar rumahnya meningkat pada pukul 14.20 WIB. Debit air sungai itu meningkat setelah hujan deras mengguyur kawasan sekitar selama sehari semalam.

“Tanpa sengaja ada tiang listrik lampu jalan roboh dan kabel yang beraliran listrik mengenai korban sehingga korban langsung pingsan,” kata Subagyo sapaan akarabnya.

Saksi yang kala itu melihat korban tergeletak, kemudian bergegas mematikan aliran listrik. Saksi kemudian kembali ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban. Nahas, korban diketahui sudah terseret air banjir luapan sungai.

“Usai mematikan aliran listrik, Hasan hendak menolong korban, ternyata korban sudah terhanyut air sejauh sekitar 100 meter dari tempat kejadian,” ungkapnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polsek setempat. Selanjutnya petugas kepolisian bersama warga setempat melakukan pencarian. Selang beberapa jam kemudian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

“Sudah ketemu tadi sore dalam keadaan meninggal dunia,” pungkas Subagyo. (ptu/bob)

Exit mobile version