Teller Bank di Malang Akhiri Hidupnya dengan Terjun dari Jembatan

bunuh diri bassura
Ilustrasi Bunuh Diri (ist.)

Kabupaten Malang, blok-A.com – Warga sekitar jembatan Kalimanjing desa Tirtomato Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang dihebohkan adanya jenazah pria di bawah jembatan Kalimanjing sedalam 100 meter. Sebelumnya, jenazah itu adalah pria yang diduga bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan.

Dia adalah DE (31) warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

DE ini sejak beberapa tahun terakhir menetap di Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Korban ini diketahui sebagai pegawai bank di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Kapolsek Ampelgading , AKP Budi Mulyono S.H saat dikonfirmasi awak media mengatakan, hari Kamis ( 13/10/2022 ) sekira pukul 24.00, Pardi selaku pemilik warung di Kalimanjing mendengar ada suara kendaraan sepeda motor di sebelah timur warung yang berhenti. Waktu itu posisi Pardi

Kemudian tidak berselang waktu lama Pardi mendengar ada suara barang yang jatuh dan biasannya di tempat itu memang dibuat untuk buang sampah.

“Mendengar ada suara tersebut ibu Pardi biasa aja karena dianggap ada orang yang membuang sampah kesungai,” kata Budi, Minggu(16/10/2022).

Budi melanjutkan , pada tanggal 14 Oktober 2022 sekira pukul 04.30 wib Pardi jalan jalan dan menemukan ada kendaraan Yamaha Mio GT dengan nomor polisi N 6345 IW. Motor itu terparkir di depan warung tak jauh dari warungnya.

“Motor tersebut ditinggal tidak ada pemiliknya dan dengan posisi kunci kontak masih terpasang,” imbuhnya

“Kemudian ibu Pardi melaporkan ke pak Samsuri (anggota linmas Tirtomarto) untuk dilaporkan ke kantor Polsek Ampelgading bahwa ada kendaraan jenis Yamaha Mio yang tidak ada pemiliknya ditinggalkan di jembatan kalimanjing,” bebernya.

Mendapatkan laporan ini , anggota Polsek dengan dibantu perangkat desa Tirtomarto dan relawan Ampelgading melakukan pengecekan ke aliran sungai Manjing di bawah jembatan Kalimanjing.

Pada saat melakukan penelusuran diketahui terlihat ada mayat dalam posisi telungkup di bawah jembatan Kalimanjing di aliran sungai.

“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi mayat diketahui mayat berjenis kelamin laki laki dengan pakaian celana panjang hitam, dan kaos biru laut. Selanjutnya bersama relawan dan petugas medis mayat dievakuasi ke Puskesmas ampelgading,” pungkasnya .

Sementara Kromo, salah satu tetangga korban mengatakan, DE bekerja sebagai teller bank di daerah Malang selatan sekitar 5 tahun.

“Dia tinggal di rumah yang dia beli di Gedog Wetan. Saya tidak tahu permasalahan apa yang terjadi padanya, sehingga ia nekat bunuh diri. Anaknya pendiam, baik, ramah dan selalu bertegur sapa terhadap warga,” ungkap Kromo, Minggu (16/10/2022).

Warga lain di lingkungan yang sama menyakini, perbuatan nekat DE di jurang jembatan berkedalaman 125 meter ini, murni akibat bunuh diri. Warga juga mengaku tidak tahu motif dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban. Pasalnya selain rumahnya jauh, istri korban hingga proses pemakaman jenazah korban tampak terlihat syok.

“Dari informasi yang saya dapat, korban pergi meninggalkan rumah pada hari Kamis (13/10/22) pukul 20.00 WIB dengan mengendarai motor Yamaha Mio GT milik istrinya. Sepertinya rencana bunuh diri sudah tertata matang, karena kepergian korban menuju lokasi Jembatan Kalimanjing tidak membawa dompet serta HP. Selain itu, kunci laci di bank tempat ia bekerja juga sudah diserahkan,” bebernya. (bob)

Exit mobile version