Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Pagerluyung Mojokerto Berhasil Digagalkan Warga 

Pelaku percobaan bunuh diri di jembatan Pageruyung, Gedeg, Mojokerto, usai diselamatkan warga.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Pelaku percobaan bunuh diri di jembatan Pageruyung, Gedeg, Mojokerto, usai diselamatkan warga.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Upaya percobaan bunuh diri terjadi di Jembatan PG Gempolkerep, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (29/9/2025) pagi. Seorang pria nekat melompat ke sungai dari atas jembatan, namun berhasil diselamatkan warga bersama petugas keamanan setempat.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Menurut keterangan saksi, Budi Buto, seorang petugas keamanan (satpam) di area pabrik gula, awalnya melihat korban duduk termenung di tepi jembatan. Tak lama kemudian, korban tiba-tiba melompat ke sungai.

“Saya sudah berteriak waktu melihat dia mau meloncat, tapi akhirnya tetap jatuh ke sungai. Untung dia masih bisa berenang dan pegangan ke tiang bawah jembatan,” ujar Budi.

Korban diketahui bernama M. Shakibin (31), warga Dusun Pengalangan, Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Setelah melompat, Shakibin sempat bertahan dengan berpegangan pada tiang penyangga jembatan.

Warga yang melihat kejadian itu segera berinisiatif menolong. Dengan menggunakan tangga gantung, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke atas dalam keadaan selamat.

Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren S.H., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat pada pukul 05.45 WIB.

“Korban berhasil diamankan dalam kondisi selamat. Saat ini korban mengalami trauma, namun masih bisa dimintai keterangan oleh petugas,” kata Kapolsek.

Dari hasil penyelidikan sementara, dugaan motif percobaan bunuh diri ini berkaitan dengan tekanan psikologis. Polisi menduga korban mengalami depresi karena lama menganggur serta adanya tekanan dari pihak keluarga.

Usai dievakuasi, korban mendapat pendampingan medis dari tenaga kesehatan desa setempat untuk memastikan kondisi fisiknya. Aparat kepolisian juga mencatat keterangan saksi serta melakukan langkah-langkah penyelidikan lanjutan.

Atas kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang terdekat yang mungkin mengalami depresi atau tekanan psikologis.

“Kami berharap keluarga dan lingkungan sekitar dapat memberi perhatian lebih agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Kapolsek.(sya/lio)

Exit mobile version