Patahan Tiang Beton PLN Rusak Satu Rumah di Banyuwangi

Caption : rumah milik Siswono (50) warga Dusun Gumukkampung, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, yang tertimpa patahan beton penyangga kabel PLN, Jum'at (16/6/2023) malam.(blok-a.com/Kuryanto).
Caption : rumah milik Siswono (50) warga Dusun Gumukkampung, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, yang tertimpa patahan beton penyangga kabel PLN, Jum'at (16/6/2023) malam.(blok-a.com/Kuryanto).

Banyuwangi blok-a.com – Peristiwa patahnya tiang beton penyangga kabel PLN yang menimpa salah satu rumah warga, menggemparkan warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (16/6/2023) malam.

Patahnya tiang beton PLN tersebut menimpa rumah Siswono (50) warga Dusun Gumukkampung, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi atau tepatnya di depan masjid dekat tugu Apollo.

Siswono menjelaskan, kejadian patahnya tulang beton yang menimpa rumahnya terjadi sekitar jam 23.00 Wib.

“Sesaat setelah mendengar dentuman suara keras yang menimpa rumah saya, seisi rumah terasa bergetar dan bergemuruh seperti ada aliran listrik. Kami terkejut dan takut,” kata Siswono, Sabtu (17/6/2023).

Menurut Siswono, tiang PLN yang patah terletak di area tanah miliknya.

“Tiang yang patah ini berdiri diatas tanah milik saya. Awalnya ada permintaan untuk memindahkan atau menggeser tiang ke sebelah barat karena di depannya ada warung,” jelasnya.

Tetapi pihak keluarga Siswono keberatan karena biayanya menurutnya terlalu tinggi

“Saya tidak mampu membayar, karena untuk pemindahan tersebut saya dikenakan biaya sekitar Rp 15 juta, Jadi saya membangun rumah ini seperti ini, bahkan penyangga tiang beton berada di dalam rumah,” tegasnya

Atas kejadian tersebut selaku Pimpinan PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rogojampi, Dwi Wahyu akan mengganti seluruh biaya perbaikan dan kerusakan rumah.

“Pak Dwi telah membahas masalah ini dan akan mengganti biaya perbaikan dan kerusakan rumah. Terlebih dahulu saya diminta untuk membuat anggaran. Tiang penyangga yang selama ini ada di dalam rumah juga akan segera dibersihkan,” terangnya.

Sementara, Dwi Wahyu saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, tiang PLN yang patah disebabkan oleh tali seling penopang yang diduga dilepas oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Berdasarkan hasil investigasi tim kami, robohnya patahan beton penyangga PLN ada indikasi akibat dilepasnya tali seling penopang tiang oleh orang tidak bertanggung jawab. Kondisi penahan tiang yang seharusnya terpasang dengan baik sudah terlepas,” ungkap Dwi Wahyu.

Pihaknya menghimbau pada masyarakat agar sama – sama menjaga asat PLN.

“Kami saat ini sedang melakukan proses perbaikan. Pihaknya juga menghimbau kepada warga sekitar agar bersama-sama menjaga aset PLN. Karena bagaimanapun PLN merupakan aset negara dan untuk kepentingan bersama,” imbaunya.

Dari hasil pantauan blok-a.com, Tiang beton PLN yang baru telah dipasang dengan bergeser dan ditanam di sebelah barat di luar area tanah milik Siswono. (kur/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?