Motif Mutilasi di Kos Sawoajajar Malang: Ilmu Pelet Tak Mempan

Istri Pelaku Mutilasi di Sawojajar Dikabarkan Tak Kut Menahan Rahasia Kelakuan Suaminya Selama 3 Bulan

Kota Malang, blok-a.com – Ilmu pelet gagal adalah penyebab warga asal Surabaya berinisial AP jadi korban mutilasi Abdurahman di kamar kos Sawojajar Kota Malang.

Sekadar diketahui, pada 4 Januari 2024 Abdurahman seorang yang mengaku terapis pijat tertangkap polisi. Dia awalnya diduga melakukan mutilasi dan akhirnya terbukti.

Kini terungkap sudah, kenapa Abdurahman sampai tega melakukan mutilasi terhadap korban AP di kos Sawojajar Kota Malang.

Penyebabnya adalah ilmu pelet yang tidak mempan. AP protes ke Abdurahman bahwa ilmu pelet yang dijanjikan bikin orang suka ke AP ternyata tidak berjalan.

Ilmu pelet dari Abdurahman ternyata tidak mempan untuk membuat orang yang AP suka takluk.

Hal itu terungkap oleh Kasatreskrim Polres Malang, Kompol Danang Yudanto setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Jadi berdasarkan pengakuan pelaku dan penyelidikan petugas, karena ilmu pelet pelaku yang tak ampuh,” kata Danang ke awak media, Senin (8/1/2024).

Karena dirasa tak mempan, AP mendatangi pelaku yang mengaku punya ilmu pelet ke kosnya di Sawojajar Kota Malang pada 15 Oktober 2023. Dia protes dan terjadilah cekcok dengan pelaku hingga sempat adu fisik.

“Korban mendatangi pelaku untuk menyampaikan bahwa peletnya tidak berhasil. Kemudian dari situ, terjadi cekcok antara korban dan pelaku serta sempat terjadi adu fisik,” ujar Danang ke awak media pada Senin (8/1/2024).

Karena cekcok dan sempat adu fisk, Abdurahman lalu mengambil celurit di bawah mejanya. Celurit itu digunakannya untuk melukai AP hingga tewas. 2 kali celurit itu disabetkannya ke AP

“Lalu pelaku mengambil celurit yang ada di bawah meja. Kemudian dibacokkan ke korban sebanyak dua kali hingga korban roboh dan meninggal,” jelasnya.

Akhirnya pada 16 Oktober 2023, jasad AP yang sudah tidak bernyawa itu dipotong-potong menjadi 9 bagian. Abdurahman membeli pisau potong dan membungkus potongan tubuh korbannya ke 3 kantong plastik.

Sementara itu, AP tertarik menggunakan jasa ilmu pelet Abdurahman karena melihat iklan di media sosial. Abdurahman memang mengirim iklan di media sosial.

Akhirnya AP datang ke kos Abdurahman pada bulan Juni 2023 atau 3 bulan sebelum dia dimutilasi.

“Di media sosialnya pelaku mengiklankan bahwa memiliki jasa ilmu guna-guna atau pelet. Lalu di bulan Juni 2023, korban menghubungi pelaku karena tertarik dan ingin memakai jasa pelet tersebut,” kata dia.

Sebagai informasi, Abdurahman sebenarnya jejaknya tidak terendus polisi setidaknya 3 bulan.

Usahanya untuk menyembunyikan potongan tubuh korban dengan cara mengubur di dekat sungai dan menghanyutkan beberapa bagian tubuh lainnya beserta pisau dan pakaian korban awalnya terlihat sukses.

Namun, polisi berusaha mengungkap kasus mutilasi itu. Sebab pada 15 Oktober 2023 ada laporan orang hilang.

Hingga akhirnya satu persatu informasi muncul hingga akhirnya pada awal Januari 2024 ini Abdurahman tertangkap.

Dia diamankan di kosnya di Sawojajar Kota Malang. (ags/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com