Kota Malang, Blok-A.com – Universitas (UB) Brawijaya dikenal sebagai Universitas terbaik dan penyumbang mahasiswa terbanyak di Kota Malang, tak hanya itu UB juga dikenal sebagai Universitas paling angker se-Malang Raya.
Di balik gedung gedung yang menjulang tinggi, dan beberapa tempat yang dipercaya banyak mengundang mistris tak heran jika beberapa mahasiswanya sering diganggu ‘penghuninya’.
Salah satu tempat yang terkenal angker adalah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas yang dikenal dengan pohon beringinnya itu ternyata menyimpan kisah horor di dalamnya.
Keberadaan pohon beringin yang rindang dengan akar pohon yang menjalar semakin memberi kesan mistis didalamnya.
Lokasi pohon beringin yang tepat di tengah tengah gedung A ini seakan menjadi penyambut selamat datang untuk pengunjung Gedung FPIK sendiri.
Tidak sedikit yang berbagi bercerita mistis di Pohon beringin ini, banyak mahasiswa yang diganggu sosok wanita bertubuh tinggi dengan rambut panjang hingga menyapu lantai.
Seperti yang telah diceritakan alumni FPIK, Izza (24). Izza mengaku pernah diganggu saat masih menjadi mahasiswa FPIK di tahun 2019 silam.
Kisahnya berawal dari adanya acara praktikum di salah satu laboratorium FPIK, dia menjelaskan saat pulang praktikum sekitar pukul 23:00 diganggu oleh sesosok wanita berambut panjang yang diduga penghuni pohon beringin.
“Waktu iku aku pulang praktikum kisaran jam 23.00 atau setengah 22.30 aku lupa, karna aku berame rame jadi santai ae pikirku,” jelas Izza.
Dia mengatakan, sebelum berencana pulang perasaannya sudah tak karuan karna harus melewati pohon beringin akan tetapi keinginan pulang lebih tinggi dibandingkan harus meninap di laboratorium.
“Dari pada aku kudu nginep ndek lab, mending aku pulang wes waktu iku,” ungkapnya.
Pada akhirnya Izza dengan teamnya yang berjumlah 5 orang, yang terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan ini bertekat untuk pulang.
“Awale aku ragu tapi teamku kan ada cowok e 2 jadi yowes aku gas ae,” lanjutnya.
Izza mengaku awal membuka pintu laboratorium hawanya sudah beda, pihaknya berfikir mungkin karna udara Kota Malang lagi dingin-dingin waktu itu.
“Keluar lah hawane bedo banget, tapi pikirku mungkin karna Malang cuacane pas adem ademe,”
Pihaknya pun bergegas berjalan cepat dengan tanpa suara tanpa ngobrol dengan teamnya, suasana hening dan tidak ada satupun orang di Gedung itu.
“Suasane hening tanpa ngobrol kita, biasane lab lab sebelah ada anak praktikum tapi kali iki sepi pol,” ungkapnya.
Sesampainya di depan gedung Izza hanya bisa berdoa, pihaknya mengatakan dalam hati tidak punya niatan lain selain belajar dan menyelesaikan praktimunya tanpa ada niatan mengganggu.
“Dalam hatiku wes cuma doa tok, niatku kesini kan praktikum gak onok niat ganggu,” ungkap Izza.
Dan saat yang ditunggu tunggu tiba, saat melintas pohon beringin ia diperlihatkan dengan sosok wanita berambut panjang di atas pohon beringin. Pihaknya mengaku menyesal telah menoleh ke arah pohon beringin.
“Aku nyesel noleh ke atas, tapi sebelum noleh aku sempet tau rambute puanjang. Aku noleh ternyata bener tapi tanpa kelihatan muka e cuma dia cuma duduk tanpa noleh ke arahku pakai baju putih,” jelas Izza.
Pihaknya lalu berjalan cepat untuk bergegas meninggalkan Gedung A FPIK, sesampainya di kos ia menceritakannya ke teamnya. Dan penjelasan dari teamnya tidak satupun mengetahui keberadaan mbak kunti tersebut. (mg2/bob)




