Mojokerto, blok-a.com – Jumlah korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di SDN Jatirowo 1, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kembali bertambah. Selasa (28/1/2025), Mohamad Dongadi alias Dudung (22) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto. Dengan begitu, total korban tewas menjadi tiga orang.
Sebelumnya, dua korban lainnya, Fajar Al Farizi (21) dan Muhamad Nurudin Akbar (21), telah dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya merupakan warga Dusun Sekiping, Kecamatan Dawarblandong.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Slamet, membenarkan kabar tersebut.
“Iya, Mohamad Dongadi meninggal dunia dini hari tadi pukul 00.30 WIB. Korban meninggal saat menjalani perawatan di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg,” ujarnya.
Menurut Ipda Slamet, korban mengalami gejala serupa dengan dua korban sebelumnya, yakni sesak napas dan nyeri di ulu hati. Namun, hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian masih belum keluar. Dugaan sementara, para korban mengalami keracunan setelah mengonsumsi miras oplosan.
“Gejalanya sama karena penyebabnya diduga miras oplosan. Namun, kekuatan fisik yang berbeda kemungkinan membuat dua korban meninggal lebih dulu,” jelasnya.
Dari empat orang yang diketahui mengonsumsi miras oplosan pada Sabtu (25/1/2025) malam, hanya Diasmoro Sasmito (25) yang kondisinya lebih baik. Saat ini, Diasmoro masih dirawat di Puskesmas Dawarblandong.
Pihak kepolisian terus menyelidiki kasus ini dan mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras, terutama yang dicampur dengan bahan-bahan berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras, apalagi yang dicampur bahan lain yang tidak jelas. Jika mengetahui adanya peredaran miras ilegal, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tegas Ipda Slamet.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Mojokerto Kota menemukan sejumlah barang bukti, termasuk botol minuman air mineral, botol alkohol medis 70 persen, beberapa bungkus minuman sachet Kuku Bima Ener-G rasa anggur, dan botol teh pucuk.
Berdasarkan data yang dihimpun blok-a.com, Dudung sempat dirawat di rumah sakit dr RA Basoeni Gedeg, di ruangan B4, lantai 4 sebelum akhirnya meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD RA Basoeni Gedeg masih belum memberikan tanggapan terkait kejadian tersebut. Baik perawat, dokter, maupun pegawai rumah sakit lainnya enggan memberikan komentar saat ditemui oleh blok-a.com.(sya/lio)




