Mojokerto, blok-a.com – Kasus penganiayaan yang dilakukan seorang ayah JPA (26), terhadap anak tirinya AP (11) semakin mengundang perhatian publik. Komnas Perlindungan Anak (PA) Jawa Timur mengungkap fakta-fakta mencengangkan berdasarkan keterangan pihak sekolah, komite, guru, serta Ketua RT setempat.
Menurut keterangan pihak sekolah, korban dikenal sebagai anak yang aktif, rajin, dan patuh terhadap guru. Namun, belakangan perilakunya berubah drastis, menjadi lebih pendiam dan enggan berbicara.
“Beliau selalu rajin sekolah dan patuh terhadap gurunya, rajin, serta selalu bersemangat, dalam kondisi luka dan memarpun akibat pemukulan tetap bersekolah,” ujar salah satu guru di sekolahnya.
Meski mengalami luka-luka akibat penganiayaan, korban tetap bersekolah dengan alasan terjatuh. Pihak sekolah baru mengetahui bahwa luka-luka tersebut merupakan akibat kekerasan setelah kasus ini terungkap.
“Pihak sekolah pernah menanyakan kenapa, jawab anak karena terjatuh dan tidak apa-apa. Sampai akhirnya terungkap akibat pemukulan dengan benda,” ujar kepala sekolah.
Pelaku sempat mengklaim bahwa korban adalah anak nakal yang kerap memalak teman dan menonton video porno. Namun, hasil penelusuran Komnas PA Jatim membantah tuduhan tersebut.
“Dari informasi kepala sekolah, guru, dan teman-temannya, anak ini tidak pernah merokok, tidak pernah menonton video porno, serta tidak memiliki catatan kenakalan di sekolah,” ujar Sekjend Komnas PA Jatim, Jaka Prima, Rabu (12/3/2025).
Komnas PA Jatim menemukan bahwa korban telah lama mengalami kekerasan fisik dan ancaman dari ayah tirinya. Namun, ia tidak berani melaporkan karena takut.
Bentuk penyiksaan yang dialami korban antara lain, tangan diikat dengan rantai, disiksa menggunakan puntung rokok, dipukul dengan kayu, rantai motor, dan batako
“Dari hasil penelusuran Komnas PA jatim, pelaku kategori ayah tiri korban ini seperti psikopat, kejam, dan tega terhadap anak,” lanjutnya.
Tidak hanya korban ini, diduga ada anak lain yang juga menjadi korban kekerasan pelaku. Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa sebelumnya ada laporan mengenai seorang anak yang dipukul di kepala dengan helm oleh tersangka.
“Korban pun tidak hanya satu, masih ada dugaan korban lainnya bahkan ada info dari pak RT dulu ada yang lapor ada anak di pukul kepalanya pakai helm oleh tersangka,” imbuhnya.
Komnas PA Jatim meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada tersangka.
“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya yang kejam dan tidak manusiawi,” tegasnya.(sya/lio)









