Kala Istri Terapis Pijat di Sawojajar Kota Malang Pingsan Mengetahui Suaminya Melakukan Aksi Mutilasi

Kasus Mutilasi di Sawojajar 3 Bulan Lalu Terbongkar, Polisi Temukan Tengkorak (blok-a/Agus Demit)

Kota Malang, blok-a.com – Istri pelaku mutilasi sekaligus terapis pijat di Sawojajar Kota Malang sempat pingsan setelah mengetahui suaminya melakukan aksi kriminal yang keji.

Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto saat rilis kasus di Mapolresta Malang Kota pada Kamis (11/1/2024).

Danang menjelaskan, istri terapis pijat di Sawojajar Kota Malang tidak mengetahui bahwa suaminya telah melakukan pembunuhan hingga mutilasi korbannya di kamar kos. Ketidaktahuan itu menyebabkan dia shock hingga pingsan saat diberitahu Abdurahman.

“Istri korban (saat mutilasi) sedang berada di rumahnya di Jalan Danau Maninjau. Jadi istri pelaku tidak melihat, Malamnya diceritakan (Abdurahman) ke istrinya. Istrinya shock dan pingsan,” kata dia.

Lokasi pembunuhan sendiri berada di sebuah kos di daerah Sawojajar Kota Malang. Sementara saat pembunuhan istri Abdurahman tidak berada di kos tersebut.

Istri pelaku mutilasi Abdurahman waktu itu berada di rumahnya yang masih berada di Sawojajar namun berbeda lokasi.

“Istri korban berada di rumahya,” jelasnya.

Sementara itu, Abdurahman sebenarnya juga memberikan kamar kos untuk istrinya. Abdurahman menyewa dua kamar kos, Kamar pertama untuk praktik terapi pijat dan kamar kedua untuk tempat tinggal istri dan Abdurahman.

“Sehari-hari istri korban tinggal di kos-kosan tersebut. Ngontrak dua kamar kos berhadap-hadapan,” jelasnya.

Peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi pada 15 Oktober 2023. Saat itu korban yang juga pasien dari pelaku datang ke kamar kos. Tujuannya untuk mempertanyakan khasiat dari ilmu guna-guna atau pelet yang diberikan oleh pelaku.

Korban berinisial AP itu merasa tidak puas dengan jasa ilmu guna-guna tersebut. Sebab, orang yang dia suka, tidak tertarik dengannya alias ilmu pelet itu tidak mempan.

Akhirnya terjadilah cekcok antara Abdurahman dan AP. AP lalu memukul terlebih dulu Abdurahman. Abdurahman pun membalas dengan menghantam hidung AP hingga berdarah.

Tak berhenti disitu, Abdurahman lalu membawa celurit yang disiapkan di wastafel. Celurit itulah yang menjadi musabab AP tewas di kamar kos.

Keesokan harinya atau 16 Oktober 2023, Abdurahman lalu membeli pisau di Pasar Besar Malang. Pisau itu lalu digunakannya untuk memotong jasad AP menjadi beberapa bagian.

Jasad AP lalu dibuang di dua tempat terpisah. Pertama bagian tubuh AP yang bisa diidentifikasi seperti kepala, telapak tangan dan kaki dikubur di pinggiran sungai. Sementara sisa badan lainnya dihanyutkan di sungai bangau beserta dengan pisau dan barang bukti lainnya.

3 bulan kemudian atau awal tahun 2024, barulah terbongkar aksi keji dari Abdurahman tersebut. Abdurahman tertangkap di kosnya Sawojajar, Kota Malang. (bob)

Exit mobile version