Mojokerto, blok-a.com – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (SuMo), tepatnya di KM 715.200 jalur A, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Innova bernomor polisi AG 1807 EV menabrak bagian belakang truk bermuatan besi bernomor polisi S 9842 NG. Akibat kejadian tersebut, seorang penumpang Innova meninggal dunia.
Berdasarkan laporan kepolisian, Toyota Innova tersebut dikemudikan Avicenna A (24), warga Wonokromo, Kota Surabaya. Saat kejadian, mobil melaju dari arah barat menuju timur atau dari Kediri ke Surabaya.
Sementara truk bermuatan besi dikemudikan Khabibur R (34), warga Kebomas, Kabupaten Gresik. Kendaraan truk tersebut berada di depan Toyota Innova saat kecelakaan terjadi.
Panit PJR 3 Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu pengemudi Toyota Innova yang mengantuk saat melintas di lokasi kejadian.
“Semula kendaraan Toyota Innova melaju dari arah barat menuju timur. Sesampainya di KM 715.200 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto, pengemudi diduga mengantuk sehingga menabrak bagian belakang truk bermuatan besi yang berada di depannya,” jelas Ipda Ridho Pramana.
Benturan keras tersebut mengakibatkan Salma (23), penumpang Toyota Innova yang beralamat di Wonokromo, Kota Surabaya, meninggal dunia. Sementara pengemudi Innova maupun pengemudi truk dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Setelah benturan, kedua kendaraan berhenti di bahu luar dan lajur lambat jalan tol dengan posisi menghadap ke arah timur. Berdasarkan hasil pemantauan petugas, kondisi arus lalu lintas saat kejadian terpantau landai dan lancar, dengan cuaca cerah.
Mendapat laporan kecelakaan tersebut, petugas PJR 3 Polda Jatim bersama pihak pengelola Tol SuMo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas, olah tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
Selanjutnya, barang bukti dan sarana pendukung diserahkan kepada Unit Laka Lantas Polres Mojokerto Kota untuk proses penanganan lebih lanjut.
Dalam kecelakaan tersebut, kerugian material akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp80 juta. Sementara kerusakan sarana jalan tol dilaporkan nihil.
Ipda Ridho Pramana mengingatkan seluruh pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk diminta tidak memaksakan diri untuk terus berkendara.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol, apabila merasa mengantuk atau kelelahan, segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Kepolisian mengingatkan bahwa menjaga konsentrasi dan memastikan kondisi tubuh tetap fit merupakan hal penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya saat berkendara di jalan tol.(Sya)




