Blok-a.com – Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan peserta Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) viral dimedia sosial.
Video rekaman itu viral setelah diunggah oleh akun Twitter @ulinyusron. Hingga kini, unggahannya itu telah ditonton hampir 400 ribu kali.
“Indonesia tetap tegak berdiri meskipun HIPMI berantem terus sampai semua jadi debu!,” tulis pemilik akun dalam keterangannya.
Dalam video yang berdurasi sekitar 6 detik, terlihat beberapa peserta HIPMI yang memakai baju batik terlibat aksi kericuhan.
Dalam kericuhan tersebut, mereka saling adu jotos dan tendang-tendangan. Bahkan salah satu dari mereka ada yang menghantamkan kursi kepada peserta lain.
Beberapa peserta lain pun tampak berupaya untuk melerai aksi tersebut. Namun karena sama-sama tersulut emosi, pertikaian pun tak dapat terhindarkan.
Berikut deretan fakta mengenai peristiwa kericuhan yang terjadi dalam Munas HIPMI:
- Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang beredar, peristiwa ini diduga berawal dari perbedaan pendapat saat persidangan. Saat itu situasi sudah larut malam.
beberapa peserta menginginkan agar sidang dilanjutkan, namun di sisi lain ada yang meminta agar sidang ditunda. Perdebatan yang tidak selesai dengan argumentasi berlanjut pada teriakan dan dorong-dorongan.
- Acara Dibuka Oleh Presiden Jokowi
Munas HIPMI dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (21/11/2022).
Dalam sambutannya, Jokowi menyebut puluhan negara diprediksi akan menjadi pasien IMF (dana moneter internasional) atau Bank Dunia akibat kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saat ini.
Selain itu, beberapa pejabat lain pun terpantau mengikuti Munas HIPMI ini, mulai dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
- Tanggapan Walikota Gibran
Sebagai Walikota Solo sekaligus Ketua Dewan Pembina HIPMI Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka turut memberi tanggapan atas kericuhan yang terjadi.
Putra Presiden Joko Widodo itu meminta agar kericuhan yang terjadi di Munas XVII HIPMI tersebut tidak dibesar-besarkan. Ia juga berharap insiden ini tak membuat citra Kota Solo menjadi jelek.
“Pemilihan apapun ya diselesaikan dengan kekeluargaan. Pokoknya kita tidak ingin ada kejadian-kejadian yang jelek terjadi di Solo,” katanya.
(hen)




