Mojokerto, Blok-a.com – Jenazah satu korban yang ditemukan meninggal tertimbun longsor di Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, Jalur Pacet-Cangar, Kabupaten Mojokerto-Kota Batu, Kamis (3/4/2025), telah diidentifikasi. Korban tersebut bukan merupakan warga Mojokerto atau Kota Batu, melainkan warga Sidoarjo.
Keterangan soal identitas jenazah disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati.
“Korban atas nama Masjid Zatmi Setio (30) warga Kloposepuluh, Sukodono, Sidoarjo,” terangnya, Kamis, (03/04).
Seperti diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Jalan Sumber Brantas-Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (3/4/2025) sekira pukul 11.27 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor terjadi di dua titik, sehingga memblokir total akses jalan di jalur Pacet-Cangar, penghubung antara Kabupaten Mojokerto-Kota Batu.
Selain menutup badan jalan, material longsor juga menimbun dua unit kendaraan roda empat, yakni mobil Avanza dan pikap Grandmax.
Selain itu, diduga ada satu kendaraan roda dua yang juga tertimbun, tetapi informasi ini masih belum bisa dikonfirmasi. Sementara itu jumlah korban akibat bencana longsor juga masih belum dapat dipastikan, kecuali satu korban yang telah ditemukan meninggal dunia.
Menurut Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, satu korban meninggal ditemukan di dalam mobil Avanza warna hitam.
“Sampai saat ini, satu korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan di dalam sebuah mobil Avanza yang tertimbun tanah longsor,” ujar Gatot.
Usai ditemukan, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Sumberglagah, Kabupaten Mojokerto.
“Korban yang ditemukan telah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Sumberglagah, Kabupaten Mojokerto,” tambah Gatot.
Tim gabungan terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Batu, relawan, dan warga setempat. Mereka Terus berupaya melakukan pencarian korban yang lain, sekaligus membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
Namun karena hujan deras dan penerangan yang minim di lokasi, upaya pencarian korban dihentikan sementara pada pukul 17.10 WIB kemarin (03/04). Meski begitu, proses pencarian rencananya akan dilanjutkan hari ini, Jumat (04/04).
“Proses pencarian akan dilanjutkan pada Jumat (4/4/2025) mulai pukul 07.00 WIB,” katanya. (gni)




