Ibu Rumah Tangga Mojokerto Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Proses identifikasi lokasi korban gantung diri.(Blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Ibu rumah tangga asal Dusun/Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto ditemukan tewas dengan leher tergantung kain kerudung hitam di pintu kamar rumahnya, Selasa (30/4/2024).

Diketahui korban bernama ES (28). ES adalah ibu rumah tangga yang sudah menikah selama 7 tahun.

Namun selama usia pernikahan itu, ES belum dikaruniai anak. Suaminya warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan sepi, karena suaminya saat itu sedang pulang ke Trowulan untuk bekerja.

Sementara ibunya sedang pergi ke pasar bersama tetangga korban.

Sepulang dari pasar, ibu korban masuk rumah dan mendapati korban sudah tergantung di pintu kamarnya dengan kain kerudung warna hitam.

“Usai dari pasar, ibu korban masuk ke rumah dan melihat putrinya sudah dalam kondisi gantung diri di kusen pintu kamar dengan berpijak di atas kursi,” terang Kapolsek Gondang, AKP Suwiji.

Melihat kejadian tersebut, ibu korban langsung berteriak dan meminta tolong dan mengambil pisau dapur untuk memotong kain krudung yang menggantung korban.

“Tetangga korban mendengar teriakan tersebut langsung datang dan membantu disusul oleh kakak ipar korban ikut membantu mengangkat korban,” bebernya.

Kemudian, keluarga korban menghubungi kepala dusun yang diteruskan ke petugas Polsek Gondang.

Tak berselang lama, petugas sampai di TKP. Kemudian pihak Polsek Gondang dan tim inafis melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada korban, hanya ada bekas jeratan kain pada leher korban.

AKP Suwiji menambahkan, dugaan korban melakukan bunuh diri karena depresi.

Menurut keluarga korban, korban mengeluhkan sakit perut dan leher, namun saat periksa tidak ditemukan penyakitnya.

“Diduga korban mengalami depresi karena mengeluh sakit di bagian perut dan leher, namun pada waktu diperiksa tidak diketahui penyakitnya,” ujarnya.

Karena keluarga korban tidak menghendaki korban untuk dioutopsi, maka korban segera dimakamkan di pemakaman umum Desa setempat.

“Jenazah korban langsung dimakamkan karena keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan outopsi terhadap korban,” tutup AKP Suwiji.(sya/lio)

Exit mobile version