Blok-a.com – Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dalam dua hari terakhir. Erupsi tercatat terjadi pertama kali pada Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 04.41 WIB. Kolom letusan terpantau mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.332 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, cenderung mengarah ke selatan. Letusan serupa terjadi sebanyak lima kali sepanjang hari tersebut. Akibatnya, sejumlah wilayah terdampak hujan abu vulkanik tipis, terutama di kawasan Desa Sempolan, Sidomulyo, dan Garahan di Kecamatan Silo, serta Karangnangkah dan Jurojuh di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo, Jember.
Aktivitas vulkanik berlanjut hari ini. Jumat (13/6/2025) pukul 03.07 WIB, Gunung Raung kembali meletus dengan kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak atau 4.232 mdpl. Tak berselang lama, sekitar pukul 02.20 WIB, letusan serupa sudah terpantau dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan,” kata Burhan Aletha, petugas Pos Pengamatan Gunung Raung, dikutip dari Tempo pada Jumat (13/6/2025).
Berdasarkan data MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Raung saat ini berada di Level II atau Waspada. Dalam kurun waktu pengamatan 13 Juni 2025 pukul 00.00–23.59 WIB, terdeteksi 6 kali gempa letusan. Rata-rata dengan amplitudo 4–5 milimeter dan durasi 35–49 detik. Selain itu, tercatat 1 kali gempa tektonik jauh serta 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 1 milimeter.
Sebagai langkah mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Gunung Raung merupakan salah satu gunung api paling aktif di Pulau Jawa dengan tipe erupsi Strombolian dan memiliki kawah terbesar ketiga di Indonesia setelah Tambora dan Tengger. Erupsi terakhir yang cukup besar terjadi pada 2021, yang sempat mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Banyuwangi.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari otoritas resmi untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari aktivitas vulkanik ini.
Untuk mengakses informasi lebih lengkap mengenai aktivitas gunung api, gempabumi, dan gerakan tanah di Indonesia. Anda bisa mengunjungi laman-laman berikut:
- Aplikasi/Website Magma Indonesia: https://magma.esdm.go.id
- Website PVMBG: https://www.vsi.esdm.go.id
- Website Badan Geologi: https://geologi.esdm.go.id), dan
- Media sosial PVMBG: Facebook, Twitter, dan Instagram @pvmbg_
(mg1/gni)









