Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang pembeli mengeluhkan dugaan ketidaksesuaian volume BBM yang ia beli di SPBU Patal, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Video-nya sedang berada di SPBU Pertamina itu pun viral di media sosial.
Pembeli tersebut ialah Saiful Amin (40). Dia adalah warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Dia menjelaskan, dugaan ketidaksesuaian volume BBM yang ia beli terjadi pada hari Minggu (6/4/2025) sore.
Dia ke SPBU menggunakan sepeda motor CB miliknya ke SPBU Pertamina di Lawang itu. Jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari rumahnya.
Saiful membeli BBM Pertalite Rp 70 ribu.
“Saya beli 70 ribu dapat 7 liter di mesin tertera 7 liter,” kata dia dikonfirmasi blok-a.com, Rabu (9/3/2025).
Saiful menjelaskan, setelah membeli BBM, dia langsung pulang. BBM dari sepeda motor itu dilakukan tap bensin atau dipindahkan ke mobil.
“Saya pulang saya tap kan pak, saya mau isi ke mobil, karena saya gak punya barcode kan pak ribet kalau barcode. Akhirnya sata tap,” kata dia.
Dia pun memindahkan bensin dari sepeda motor ke mobil itu dengan menggunakan botol air mineral 1,5 liter.
Setelah dipindahkan, dia kaget. Hasil bensinnya hanya kurang lebih 5,5 liter saja.
“Setelah saya tap di rumah tak kiran masih banyak, ternyata 4 botol kurang sedikit. Kurangnya itu 1,5 liter,” kata dia.
Saiful pun nekat untuk membuktikan lagi ke SPBU Pertamina itu. Dia berangkat lagi menggunakan sepeda motor dan juga membawa botol air minel 1,5 liter.
Saat mengisi menggunakan botol, dia ditegur oleh petugas SPBU.
“Saya disamperin petugas, gak boleh ngisi ke botol Aqua. Katanya nanti kalau terlihat di CCTV dia yang dimarahin,” jelas pedagang sayur dan bahan makanan ini.
Saiful pun menjelaskan, dia membawa botol air mineral ini untuk membuktikan ketidaksesuaian volume BBM yang dibeli di SPBU Pertamina ini.
Petugas itu pun akhirnya mengarahkan ke kantor SPBU itu.
Pembuktian pun dilakukan. Saiful membeli Rp 30 ribu BBM Pertalite. Di mesin tertera 3 liter.
Akhirnya BBM itu ditaruh di ember. Istri Saiful pun mendampingi dengan merekam lewat smartphone-nya.
Setelah ditaruh di ember, BBM itu dipindahkan ke gelas ukur.
“Dapatnya kok 2,8 mililiter. Saya sudah curiga sejak awal ini pasti gak sampai 3 liter. Ternyata benar,” kata dia.
Saiful pun meminta alasan ke petugas kenapa volume BBM-nya ini bisa berkurang
“Katanya si penguapan, tapi mosok penguapan sampai 200 mililiter mas. Orang jarak ya cuma 2 sampai 3 menit,” kata dia.
Petugas itu pun akhirnya meminta Saiful untuk datang esok harinya, Senin (7/3/2025) untuk melakukan pembuktian lagi.
Saiful pun ke SPBU Pertamina itu pada pagi hari. Pembuktian pun dilakukan lagi, kali ini hadir pengawas SPBU.
Saat dilakukan pengambilan BBM, kata Saiful, mesinnya mengalami masalah. Kurang lebih 12 menit BBM tidak keluar dari mesin itu.
“Saya bilang ndak jadi aja, saya pulang saja. Karena saya rugi waktu banyak di sini,” kata dia.
Akhirnya, pengawas SPBU itu menyuruh petugas untuk me-reset ulang mesin.
“Terus nyuruh petugas untuk reset ulang saja dari depan. Akhirnya direset lagi. Di situ saya curiga kok direset,” kata dia.
Setelah di-reset, BBM bisa keluar lagi. BBM itu ditaruh dari nozel ke bejana ukur.
“Setelah dari bekana dikembalikan lagi ke ember, sampai 3 kali gitu,” jelasnya.
Hasilnya, pengukuran tersebut volume BBM yang harusnya 3 liter menyusut jadi kurang lebih 2,9 mililiter.
“Saya ingin pertanggungjaeaban, kemarin 200 sekarang 100. Pikiran buruk saya apa ada permainan, mesinnya direset ulang,” curiganya.
Namun, petugas SPBU itu menjelaskan kepada Saiful bahwa ketidaksesuaian itu dikarenakan adanya penguapan, suhu, dan cuaca.
“Terus setelah dijelaskan gitu saya ndak debat, yawes gitu tok,” kata dia.
Setelah peristiwa ini, dia memutuskan tidak lagi menjadi pelanggan di SPBU Patal Lawang.
“Kejadian ini sudah berulang kali. Saya sudah tidak mau beli lagi di sana,” tutupnya. (bob)




