Mojokerto, Blok-a.com – Informasi adanya kebakaran di area gudang grosir “Joss” di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sempat menggegerkan warga pada Rabu siang (6/5/2026).
Laporan yang masuk ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 13.20 WIB langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Selain petugas pemadam, aparat kepolisian dan personel Koramil setempat juga turut mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Namun setelah dilakukan pengecekan, peristiwa yang sempat diduga sebagai kebakaran gudang itu ternyata hanya pembakaran sampah bekas rongsokan dari area gudang yang dilakukan secara sengaja.
Tidak ada bangunan maupun barang dagangan yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Mojokerto, Sukamto, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kebakaran di gudang grosir “Joss”.
Begitu menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi.
“Sekitar pukul 13.20 WIB kami menerima telepon bahwa terjadi kebakaran di gudang grosir Joss di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko. Setelah kami tiba di lokasi, api sudah padam,” ujarnya.
Menurut Sukamto, objek yang terbakar hanyalah tumpukan sampah dan barang bekas yang berasal dari aktivitas gudang.
Api diketahui telah lebih dulu dipadamkan oleh karyawan gudang sebelum petugas tiba di lokasi.
“Yang terbakar hanya rongsokan bekas-bekas sampah dari gudang Joss. Tidak ada pengaruh kebakaran terhadap bangunan lain karena sudah dipadamkan lebih dulu oleh karyawan,” jelasnya.
Ia memastikan kondisi lokasi dalam keadaan aman dan tidak ditemukan potensi api merambat ke area lain.
“Kami datang api sudah padam total. Alhamdulillah situasi aman,” tambahnya.
Kehadiran petugas pemadam, kepolisian, dan Koramil di lokasi sempat menarik perhatian warga sekitar yang khawatir terjadi kebakaran besar.
Sejumlah warga sempat berkerumun di sekitar area gudang untuk melihat situasi.
Beruntung, respons cepat dari karyawan gudang yang langsung melakukan pemadaman awal berhasil mencegah api membesar.
Petugas kemudian melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha maupun masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di area yang berdekatan dengan bangunan penyimpanan barang.
Langkah antisipasi dan pengawasan saat membakar limbah dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya kebakaran yang tidak diinginkan.(Sya)




