Cerita Kyai MIM Diusir dari Rumahnya, Ngaku Dipukul

Eks dosen UIN Malang, Kyai Muhammad Imam Muslimin atau MIM saat ditemui di Masjid At-Tarbiyah, UIN Malang, Kamis (25/9/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Kyai Muhammad Imam Muslimin atau MIM saat ditemui di Masjid At-Tarbiyah, UIN Malang, Kamis (25/9/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Eks dosen UIN Malang, Kyai Muhammad Imam Muslimin atau MIM buka suara atas pengusiran yang menimpanya dari rumahnya.

Dia membenarkan telah diusir dari rumahnya di Jalan Joyogrand Kavling Depag III Atas Nomor 50 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Saya mengikuti diusir oleh pak RT, Pak RW, dan terutama Prof Dr Nur Hidayat dosen MIPA UB,” kata dia ditemui blok-a.com, Kamis (25/9/2025) di Masjid At-Tarbiyah UIN Malang.

Dia pun menyebut salah satu warga mengatakan kepadanya, Kyai MIM diusir karena tidak patut dan tidak pantas untuk tinggal di perumahan itu.

“Karena yang mengusir banyak bukan berarti takut ya dengan Pak Nur Hidayat karena beliau agak marah gitu. Terus pak Prayogo (Ketua RT) juga gitu. Terus ada satu lagi namanya pak Reza, pak Reza itu sampai mau mukul saya,” kata dia.

Atas Kesepakatan Warga, Eks Dosen UIN Malang Kyai MIM Diusir dari Rumahnya

Pengusiran itu sendiri, kata Kyai MIM, terjadi pada Selasa (23/9/2025) kemarin malam. Saat detik-detik pengusiran itu, dia mengklaim, terjadi pemukulan terhadapnya. Pemukulan itu, klaimnya, dilakukan oleh ketua RT.

“Waktu kami omong-omongan di musala, minta tanda tangan pindah alamat, gak ditandatangani, saya bawa kacamata, dipukul kena kacamata saya,” kata dia.

Dia bercerita bahwa, setelah dipukul ketua RT itu minta maaf padanya.

“Dia minta maaf juga sorry-sorry. ‘Gak papa kok pak gak sakit’,” kata dia.

Setelah itu, pada malam itu juga dia diusir dari rumahnya sendiri. Kyai MIM pun meminta waktu untuk beranjak dari rumahnya.

“Saya minta waktu sampai dengan laku tanah itu, kalau pergi ijazah saya di situ, benda-benda saya di situ. Saya minta waktu, sampai rumah itu laku,” imbuhnya.

Paginya, atau pada Rabu (24/9/2025) dia akhirnya pamit ke warga sekitar dan memberitahukan bahwa dia akan keluar.

Kekinian, Kyai MIM beserta istrinya tinggal di penginapan di Kota Malang.

“Ya saat ini di hotel di Kota Malang pindah-pindah,” tuturnya.

Dia pun sebenarnya berat hati untuk meninggalkan rumah itu. Rumah itu adalah rumah cita-citanta.

Namun dengan kondisi demikian, Kyai MIM memutuskan untuk pergi.

“Tapi kalau secara adat saya diminta pergi, ya saya pergi. Tapi jujur berat. Karena rumah itu rumah cita-cita kami,” tuturnya.

Sementara itu, blok-a.com juga ke lokasi untuk mengkonfirmasi ke perangkat RT di perumahan tersebut.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengaku pengusiran Kyai MIM itu atas kesepakatan warga. Surat kesepakatan pun telah dibuat.

”Iya itu benar sudah Minggu lalu kalau gak salah,” katanya ke blok-a.com. (bob)

Exit mobile version