Malang, blok-a.com – Peristiwa mobil terbakar terjadi di Exit Tol Singosari pada Jumat (26/9/2025) petang. Peristiwa tersebut menyebabkan kemacetan menuju arah Kota Malang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Sigit Yuniarto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Ia menerangkan mobil yang terbakar yakni sebuah minibus dengan nomor polisi BM 7372 AZ. Minibus tersebut merupakan armada jemputan karyawan sebuah perusahaan.
Berdasarkan keterangan Sigit Yuniarto, penyebab terbakarnya kendaraan tersebut diduga akibat mengalami korsleting listrik.
“Api muncul dari bagian bawah kendaraan, diduga akibat korsleting listrik,” ujarnya.
Sigit menerangkan pula bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sebanyak 12 penumpang dan seorang pengemudi berhasil selamat.
“Saat kejadian, seluruh penumpang berhasil keluar sehingga tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Insiden kebakaran itu sendiri dilaporkan sekitar pukul 17.35 WIB. Mendapat laporan, tim pemadam kebakaran Kabupaten Malang segera yang mengerahkan armadanya. Berupa tiga unit mobil Damkar yang tiba di lokasi pada pukul 18.00 WIB. Butuh waktu sekitar setengah jam hingga akhirnya petugas damkar berhasil menjinakkan api.
“Selain PMK, kami juga dibantu PJR, Jasa Marga, serta relawan Redkar untuk mengamankan situasi,” tambah Sigit.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyampaikan seluruh penumpang sudah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan medis.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua penumpang sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menginformasikan bahwa kendaraan yang terbakar telah dievakuasi dari tepi jalan tol. Jalan di sekitar tempat kejadian insiden tersebut juga telah dibersihkan, dilakukan oleh petugas gabungan.
“Saat ini sedang penormalisasian arus yang agak sedikit terhambat,” terangnya.
Hingga berita ini ditulis, Jumat, (26/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, kerugian materil akibat peristiwa ini masih belum ditaksir. Hanya saja, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (yog/gni)




