Sambut Ramadan dengan Balap Liar, Aksi Remaja di Mojokerto Resahkan Warga

Aksi remaja yang sedang balap liar terekam kamera warga di Jalan Raya Pacing–Dlanggu. (Foto: Istimewa)
Aksi remaja yang sedang balap liar terekam kamera warga di Jalan Raya Pacing–Dlanggu. (Foto: Istimewa)

Mojokerto, Blok-a.com – Alih-alih menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026 dengan kegiatan positif, puluhan remaja di Kabupaten Mojokerto justru menggelar aksi balap liar di jalan umum. Aksi yang kerap disebut Ramadan Race itu terjadi di Jalan Raya Bangsal–Dlanggu, tepatnya di perbatasan Desa Pacing dan Desa Wonokerto, Kecamatan Bangsal, Jumat dini hari.

Pantauan di lokasi, balap liar mulai berlangsung sejak Kamis (19/2/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Puluhan sepeda motor memadati ruas jalan yang mengarah ke kawasan Pacet. Tidak hanya para pembalap, ratusan remaja lainnya juga berkumpul di sepanjang jalan sebagai penonton, sehingga suasana berubah layaknya arena balap dadakan.

Berbagai jenis sepeda motor ambil bagian dalam aksi tersebut. Sebagian besar kendaraan terlihat telah dimodifikasi, terutama pada bagian knalpot yang tidak sesuai standar. Raungan mesin yang memekakkan telinga menimbulkan kebisingan dan membahayakan pengguna jalan lain yang masih melintas di jalur tersebut.

Ironisnya, lokasi balap liar itu berada tidak jauh dari Gedung Ketahanan Pangan milik Polres Mojokerto. Meski demikian, para remaja tampak tidak gentar dan tetap saling adu kecepatan di jalan umum.

Aksi balap liar tersebut berakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Para pelaku mulai membubarkan diri setelah hujan turun dan sebuah mobil patroli dari Polsek Bangsal melintas di sekitar lokasi kejadian. Situasi lalu lintas kembali normal setelah para remaja meninggalkan area tersebut.

Seorang warga setempat, Yadi, mengaku resah dengan aksi balap liar yang hampir selalu terjadi setiap memasuki awal Ramadan di kawasan itu. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Setiap awal puasa pasti ada balap liar. Ini sangat membahayakan, baik untuk mereka sendiri maupun pengguna jalan lain,” ujarnya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli dan penjagaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang sahur hingga pagi hari.

“Jangan menunggu sampai ada korban jiwa. Harus ada penindakan tegas agar Ramadan bisa dijalani dengan aman dan tenang,” tegasnya.

Warga berharap adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk menertibkan aksi balap liar yang terus berulang setiap Ramadan, demi menjaga keselamatan pengguna jalan serta ketertiban dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah. (Sya/gni)

Exit mobile version