Kota Malang, blok-A.com – Ratusan Aremania melakukan aksi turun jalan untuk Tragedi Kelam Kanjuruhan, Kamis (20/10/2022).
Tragedi yang menewaskan setidaknya 133 korban jiwa itu, memberikan luka terdalam bagi keluarga korban yang ditinggalnya.
Penyebabnya pun masih simpang siur. Mulai dari gas air mata, desak-desakan, terinjak-injak, pintu yang tertutup, seakan masih menjadi tanda tanya besar, apa yang menyebabkan ratusan Aremania, berpulang tanpa bersalah?
Berpusat di depan Kantor DPRD Kota Malang, Aremania yang ingin usut tuntas Tragedi Kanjuruhan itu menggelar aksi dengan memadati pinggiran pedestrian Tugu Kota Malang, hingga mengakibatkan kemacetan.
Tidak dengan tangan kosong, para Aremania itu membawa sejumlah poster-poster yang unik. Salah satunya bertuliskan “Kami Ditunggangi Rasa Kemanusiaan”, sebagai bentuk perlawanan dari mereka yang berbaju hitam.
Mereka berangkat dari Stadion Gajayana, berbondong-bondong menuju titik pusat, sejauh kurang lebih 1 Km menuju Kantor DPRD Kota Malang. Ditengah perjalanan mereka berteriak
“La Ilaha Illallah,” seru ratusan Aremania di perjalanan
Selain poster, mereka juga membawa properti seperti keranda mayat, yang bertuliskan “Mati Hati Nurani”, dihiasi dengan bengan bunga melati diatas kerandanya.
Setelah menunggu sekitar 20 menit, salah satu perwakilan Aremania mengajak untuk menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” ,ciptaan Kusbini tahun 1942. Sontak, para Aremania itu bernyanyi bersama-sama.
Dari pantauan blok-A.com, aksi turun jalan kali ini tidak mengandung unsur anarkis. Terbukti, salah satu Aremania di kerumunan massa tersebut berteriak
“Terima kasih semuanya yang sudah hadir, Aremania cinta damai,” tutup Aremania itu.
(rco)




