Akhir Nasib Penipu, Beli E-Wallet Langsung Kabur Tanpa Bayar di Malang

potongan layar kejadian penipuan pembelian e-Wallet di Konter Ave Cell beberapa waktu lalu (tangkapan layar Instagram @malangraya_info)
potongan layar kejadian penipuan pembelian e-Wallet di Konter Ave Cell beberapa waktu lalu (tangkapan layar Instagram @malangraya_info)

Kota Malang, blok-a.com – Beredar video viral di platform media sosial Instagram @malangraya_info yang memperlihatkan aksi penipuan berkedok mengisi saldo E-Wallet di sebuah konter.

Dalam unggahan tersebut, tertulis caption dengan narasi ‘Pria Ini Kabur Usai Top Up Dana di Konter Pulsa Daerah Sukun Kota Malang’.

Terlihat dalam video tersebut, seorang pemuda yang memakai helm putih dan berjaket hoodie warna hitam mendatangi sebuah konter HP. Ia hendak melakukan transaksi E-Wallet dan bertransaksi dengan pemilik konter.

Setelah transaksi top up selesai dilakukan, pemilik konter terlihat masuk ke dalam rumah untuk mengambil HP. Memanfaatkan kelengahan itu, pelaku bergegas menaiki motornya dan langsung tancap gas menuju arah selatan.

Informasi yang berhasil dihimpun blok-a.com, penipuan itu dialami konter HP bernama Ave Cell di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun Kota Malang.

Korban sekaligus pemilik konter, Vivi (55) mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (10/1/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban penipuan e-Wallet sekaligus Pemilik Konter Ave Cell, Vivi (55) saat ditemui wartawan blok-a.com (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Korban penipuan e-Wallet sekaligus Pemilik Konter Ave Cell, Vivi (55) saat ditemui wartawan blok-a.com (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

“Saat itu kondisi sepi, karena memasuki waktu salat Jumat dan toko-toko yang lain juga tutup, hanya konter saya yang buka. Lalu, pelaku ini datang ke konter saya dan mau mengisi top up E-Money DANA sebesar Rp 200 ribu,” ujarnya kepada blok-a.com, Minggu (12/1/2025).

Vivi pun melayani dan melakukan transaksi seperti biasa tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Namun, dikatakannya saat itu kondisinya sedikit mengantuk dan sedang merasakan kelelahan.

“Tetapi karena capek, saya lupa dan tetap saya isikan top up. Biasanya saya minta uangnya dulu baru saya isikan,” sambungnya.

Ketika proses pengisian usai dilakukan, korban meminta pelaku untuk mengeceknya. Namun pelaku mengaku belum masuk, ia berdalih tidak punya kuota internet sehingga tidak dapat membuka aplikasi E-Wallet yaitu DANA.

“Lalu, pelaku minta hotspot wifi dari HP saya, dan kebetulan HP yang satunya itu dipakai oleh anak saya. Akhirnya saya masuk ke dalam rumah untuk mengambil HP, dan di saat itu pelaku langsung kabur,” terangnya.

Vivi menambahkan, setelah kejadian di konternya tersebar di media sosial, Ia mengaku didatangi pemilik konter yang berlokasi di Jalan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Ia menerangkan konter tersebut juga mengalami penipuan dengan ciri-ciri pelaku yang sama.

“Dari informasi yang saya dapat, konter HP di daerah Merjosari juga ikut menjadi korban dan mengalami kerugian hingga Rp 150 ribu,” tambahnya.

Vivi menjelaskan, tak berselang lama usai videonya viral, orang tua beserta pelaku langsung mendatangi konternya untuk meminta maaf sekaligus mengganti rugi sebesar Rp 200 ribu.

“Pada Sabtu (11/1/2024) sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku sama orang tuanya sudah datang ke saya untuk minta maaf dan ganti rugi. Dari penuturkan pihak keluarganya, pelaku berinisial SF (24) menggunakan top up E-Money nya itu untuk game dan judi online,” bebernya.

Vivi mengaku kejadian ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab, menurutnya pelaku dan orang tua korban sudah menunjukkan itikad baik untuk mengganti rugi.

“Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan dan kami menerima. Pihak pelaku berikut orang tuanya juga sudah minta maaf dan juga sudah ganti rugi,” tutupnya. (yog/bob)

Exit mobile version