Akhir Hidup Pemilik Warung Kopi di Malang, Meninggal Sebelum Memberi Uang Anaknya

Akhir Hidup Pemilik Warung Kopi di Malang, Meninggal Sebelum Memberi Uang Anaknya
Jenazah Sutaji dievakuasi ke ambulance, Selasa (10/12/2024) (blok-a/Andik Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Pemilik warung kopi Sutaji (65) tak akan pernah sampai memberi uang ke anaknya secara langsung. Padahal dia sudah berjanji bakal memberi uang dari bantuan langsung tunai (BLT) hari ini, Selasa (10/12/2024). Namun janji, tinggal janji. Sebelum anaknya, M Soleh (50) datang. Sutaji meninggal dunia.

Sutaji ditemukan meninggal dunia di warung kopi miliknya di Jalan Kembangturi Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, sekitar pukul 16.00, Selasa (10/12/2024) sore tadi.

Sebelum meninggal, dia menelpon anaknya M Soleh sekitar 12.00 siang. Sutaji memberitahu anak laki-lakinya itu bahwa dia baru mendapat BLT. Uang itu akan diberikan ke Soleh.

Sayangnya, Soleh tidak bisa menghampiri langsung Sutaji siang tadi. Dia harus bekerja dulu sebelum menemui bapaknya. Soleh berjanji selepas kerja langsung menghampiri bapaknya.

“Sekitar pukul 12.00 Sutaji menghubungi saksi M Soleh untuk datang ke warung kopi untuk dayang ke warung kopi dan korban berencana akan memberi uang kepada saksi,” kata Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdianto, Selasa (10/12/2024).

Sekitar pukul 16.00, Soleh datang ke warung kopi bapaknya. Soleh melihat bapaknya sedang tertidur dalam warung itu. Soleh mencoba membangunkan Sutaji.

Namun Sutaji tidak bangun. Soleh mencoba mengecek kondisi bapaknya. Hasilnya, bapaknya telah meninggal dunia di warung kopi itu.

“Setelah dibangunkan, korban tidak merespon dan setelah dilakukan pengecekan ternyta korban sudah tidak bernafas,” tambahnya.

Mengetahui bapaknya meninggal dunia, Soleh langsung menghubungi ketua RW setempat untuk datang ke lokasi. Ketua RW pun meneruskan ke Polsek Lowokwaru dan Inafis Polresta Malang Kota.

“Mendapatkan laporan petugas Rskrim Polsek Lowokwaru, Inafis Polresta Malang Kota langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP,” tambahnya.

Jenazah Sutaji langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSSA. Jenazahnya dilakukan visum luar.

“Dari hasil keterangan keluarga korban bahwa korban menderita penyakit lambung dan komplikasi yang diderita lama. Pihak keluarga keberatan dilakukan otopsi karena pihak keluarga menerima atas kematian korban,” pungkasnya. (ags/bob)

Exit mobile version