5 Fakta Banjir Besar yang Lumpuhkan Bekasi Hingga Jadi Sorotan Media Asing

banjir bekasi
Warga melintasi banjir di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (04/03/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Blok-a.com – Peristiwa banjir yang melanda sebagian besar wilayah di Bekasi, Jawa Barat, belakangan ini menjadi perhatian publik.

Banjir ini diketahui disebabkan oleh sungai-sungai di Kota Bekasi yang meluap akibat curah hujan tinggi sejak Senin (3/3/2025).

Video-video yang menunjukkan momen banjir di Bekasi juga banyak beredar di media sosial dan bahkan sempat trending di platform X dengan tagar #Bekasi. Dalam video yang beredar, terlihat banjir merendam permukiman warga dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Dirangkum Blok-a.com, Rabu (5/3/2025), berikut deretan fakta mengenai banjir besar yang melanda Bekasi.

7 Kecamatan Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir melanda tujuh kecamatan di Kota Bekasi, diantaranya:

  1. Bekasi Timur
  2. Bekasi Utara
  3. Bekasi Selatan
  4. Medan Satria
  5. Jatiasih
  6. Pondok Gede
  7. Rawalumbu

Merendam Perkampungan-Perumahan Elite

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Bekasi menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam, termasuk perumahan elite seperti Grand Galaxy Bekasi City dan Perumahan Kemang Pratama, yang diketahui merupakan kediaman beberapa pejabat, termasuk Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Wali Kota Bekasi menyebut bahwa daerah yang terdampak paling parah berada di sepanjang aliran Sungai Bekasi, terutama di titik pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.

Ketinggian air pada banjir kali ini bahkan melebihi kejadian pada 2016 dan 2020, dengan beberapa titik mencapai ketinggian delapan meter.

Sejumlah Fasilitas Umum Terdampak

Tak hanya rumah warga, banjir besar yang melanda Bekasi menyebabkan sejumlah fasilitas umum terendam air. Salah satunya adalah Stadion Patriot Chandrabhaga, yang terpaksa menunda pertandingan Persida vs PSIS Semarang.

Selain itu, Jembatan Kemang Pratama amblas karena tergerus aliran sungai. Kejadian ini memutuskan akses lalu lintas dua wilayah dan membuat polisi terpaksa menutup jalan demi keselamatan warga.

Mega Bekasi Hypermall juga terdampak, dengan area parkiran hingga lantai dasar mall terendam. Barang-barang yang ada di kios lantai dasar turut terbawa arus air.

Selain itu, perjalanan bus TransJakarta dan KRL juga terganggu. Layanan bus TransJakarta mengalami gangguan operasional akibat genangan air di Kayuringin dan Islamic Center, Bekasi, yang sehingga dilakukan penghentian sementara sejumlah rute. Perjalanan KRL terhambat karena listrik di Stasiun Bekasi padam akibat banjir. Kereta yang masuk dan keluar Stasiun Bekasi harus berganti jalur, hingga menyebabkan keterlambatan.

Tidak hanya itu, beberapa fasilitas kesehatan di Bekasi seperti RSUD Chasbullah Abdulmadjid dan puskesmas-puskesmas juga terendam.

Kemudian, exit Tol Bekasi Barat mengalami kepadatan kendaraan yang cukup parah akibat banjir yang menggenangi jalur arteri. Petugas kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Jadi Sorotan Media Asing

Parahnya banjir yang melanda sebagai besar wilayah bekasi bahkan menjadi sorotan media asing, yakni Al Jazeera.

Melalui akun Instagram @aljazeeraenglish, media asal Arab tersebut mengunggah sebuah video yang menunjukkan kondisi permukiman di Bekasi yang terendam air. Beberapa permukiman terendam hingga setinggi betis orang dewasa, sementara yang lainnya terendam hingga setengah rumah, bahkan ada yang mencapai atap.

“Banjir yang disebabkan oleh hujan deras telah membanjiri rumah-rumah dan jalan-jalan di ibu kota #Indonesia, Jakarta dan kota tetangga, Bekasi,” tulis keterangan unggahan Al Jazeera.

Banjir Mulai Surut

Setelah tiga hari melanda, banjir di beberapa wilayah Bekasi mulai surut pada Rabu (5/3/2025). Salah satunya di kawasan perumahan Pondok Gede Permai, yang menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai 3 meter. Jalan Ahmad Yani, yang sebelumnya lumpuh, kini sudah bisa dilewati setelah genangan air surut.

Selain itu, RSUD Kota Bekasi dan Kantor Wali Kota Bekasi yang sebelumnya terendam juga sudah tidak tergenang lagi. Petugas kini tengah membersihkan sisa-sisa banjir yang menyisakan lumpur berwarna kecoklatan. (hen)

Exit mobile version