Jombang, blok-a.com – Kecelakaan lalu lintas maut kembali merenggut nyawa di ruas Tol Trans Jawa. Sebuah mobil Toyota Hiace yang ditumpangi belasan orang menabrak bagian belakang truk bermuatan gipsum di KM 687+200 Jalur B Tol Jombang-Mojokerto, pada Jumat (11/9/2026) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ini mengakibatkan empat orang penumpang Hiace meninggal dunia di tempat, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan.
Berdasarkan informasi dari Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ganda (tabrak belakang) ini adalah Toyota Hiace bernopol H-7497-OQ yang dikemudikan oleh Eko Budianto Setiawan (38), warga Kota Serang, Banten. Mobil ini sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Surakarta.
Sementara itu, kendaraan yang ditabrak adalah truk bermuatan gipsum bernopol R-8187-OT yang dikemudikan oleh Muhar (55), warga Purbalingga. Truk tersebut berada di lajur lambat, sedangkan Hiace berada di lajur cepat saat kejadian.
Panit PJR 3 Polda Jatim, Ipda Siswanto, S.H., menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi. Menurutnya, kondisi arus lalu lintas saat kejadian dalam keadaan lancar dan cuaca cerah.
“Awalnya kendaraan Toyota Hiace berjalan dari Surabaya menuju Surakarta. Sesampainya di KM 687+200 Jalur B Ruas Tol Jombang-Mojokerto, diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraannya oleng ke kiri,” ungkap Ipda Siswanto dalam laporannya, Sabtu (12/9/2026).
Akibat olengan tersebut, bagian depan Hiace menghantam bak belakang truk gipsum yang berada di depannya. Posisi terakhir Hiace ditemukan menghadap ke barat di lajur cepat, sementara truk tetap berada di lajur lambat dengan arah hadap yang sama.
“Hingga saat ini, analisa awal kami menyimpulkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor human error, yakni dugaan kuat pengemudi Hiace yang mengantuk,” tambah Siswanto.
Kecelakaan ini menimbulkan korban jiwa yang cukup besar dari pihak penumpang Hiace. Empat penumpang dinyatakan Meninggal Dunia (MD) di lokasi kejadian. Di antaranya:
- Kukuh Bimbing (22), warga Karanganyar.
- Dwi Raharjanto (49), warga Klaten.
- Tendi Anggoro (28), warga Wonogiri.
- Prawoto (55), warga Sukoharjo.
Sementara itu, tujuh orang lainnya dilaporkan mengalami Luka Ringan (LR), termasuk sang pengemudi Eko Budianto Setiawan. Juga beberapa penumpang lainnya seperti Lidia Yustika, Edi Mursito, Ismaya Salindri, Ghofur Y Saputra, Sunarto, serta Yudha. Para korban luka segera dievakuasi ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung, pengemudi dan kernet truk gipsum, Muhar dan Arif Purwanto (16), dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak mengalami luka berarti.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Estimasi kerusakan pada kedua kendaraan mencapai sekitar Rp 300 juta. Selain itu, pihak pengelola tol masih melakukan proses penghitungan terhadap kerusakan sarana prasarana jalan tol akibat insiden tersebut.
Ipda Siswanto menuturkan, tim PJR bersama pihak pengelola Tol Jombang-Mojokerto telah sigap menangani kejadian. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang, olah TKP, dokumentasi, hingga evakuasi bangkai kendaraan ke Res Jombang.
“Kami juga telah melakukan serah terima penanganan lanjutan dengan unit Lantas Polres Jombang,” tutup Siswanto.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami lebih lanjut terkait kondisi kesehatan pengemudi sebelum kejadian dan apakah ada faktor lain selain kelelahan yang berkontribusi terhadap kecelakan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama saat berkendara di malam hari atau jarak jauh, dan memastikan kondisi fisik prima sebelum mengemudikan kendaraan.(Sya)




