Yudisium UIBU Beda, Joget Gembira Rayakan Usainya Perkuliahan

Yudisium UIBU Beda, Joget Gembira Rayakan Usainya Perkuliahan
Yudisium UIBU Beda, Joget Gembira Rayakan Usainya Perkuliahan

Kota Malang, blok-a.com – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) menggelar yudisium dengan cara berbeda dan membahagiakan mahasiswa.

Jika biasanya yudisium digelar secara formal di ruangan tertutup atau indoor, UIBU memilih tampil beda. UIBU memilih menggelar yudisium di ruang terbuka dan ada hiburan musik. Bahkan acara dikemas bak konser karena digelar pada malam baru.

Yudisium dengan konsep bertajuk “Happy Outdoor Yudisium” ini diklaim menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia.

“Kita ingin memberikan kebahagiaan bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh proses perkuliahan. Maka yudisium kali ini kita selenggarakan dengan penuh kegembiraan,” kata Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si.

Terlihat dalam acara tersebut seluruh peserta Yudisium menikmati acara musik dengan berjoget bersama setelah acara formal dilaksanakan.

Sam Rektor, sapaan akrabnya, menjelaskan, alasannya membahagiakan para peserta Yudisium ini karena saat ini banyak yang suka joget.

“Sekarang kan modenya joget, maka kalau di luar sana orang joget, kita juga ikut joget. Itu bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus kebahagiaan mahasiswa karena sudah dinyatakan lulus,” kata Nurcholis.

Sebanyak 1.200 mahasiswa mengikuti prosesi ini. Menurut Nurcholis, sebagian besar mampu menyelesaikan studi dalam waktu tercepat 3,5 tahun, sementara yang terlama hingga 5 tahun atau 10 semester. “Mereka benar-benar terlihat bahagia ketika diumumkan langsung oleh para dekan bahwa sudah resmi lulus. Artinya IPK mereka rata-rata di atas 2,5 bahkan mayoritas di atas 3,” tambahnya.

Yudisium kali ini disebut sebagai pembuka sebelum wisuda yang dijadwalkan berlangsung September mendatang. Rektor pun mengingatkan para lulusan agar tidak cepat puas. “Lulus itu baru awal. Spirit belajar harus tetap dijaga karena tantangan bangsa semakin kompleks. Mahasiswa harus terus berkontribusi dalam memecahkan persoalan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah suasana gembira, Nurcholis tak lupa menyinggung situasi sosial yang tengah ramai oleh aksi demonstrasi. Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional, namun seharusnya tidak menimbulkan korban. “Demo mestinya tetap damai, karena esensinya adalah menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Nurcholis juga mengapresiasi sebagian mahasiswa UIBU yang sudah bekerja sambil kuliah. Menurutnya, hal itu menunjukkan kemandirian sekaligus keseriusan mereka membiayai pendidikannya. “Banyak dari mereka yang bekerja, meskipun tidak selalu sesuai bidang ilmunya. Tapi itu bukti tanggung jawab dan daya juang mahasiswa,” katanya.

Tak ketinggalan, ia menyampaikan terima kasih khusus kepada mahasiswa asal kawasan Indonesia Timur. Lulusan UIBU diharapkan dapat kembali dan berkontribusi membangun daerahnya. “Mudah-mudahan kehadiran para sarjana ini bisa membawa kemajuan pembangunan, khususnya di Indonesia Timur,” tuturnya.

Happy Outdoor Yudisium UIBU bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi perayaan kolektif atas perjuangan akademik yang panjang. Dengan sentuhan musik, tawa, dan joget bersama, universitas ini ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa pulang dengan kenangan manis sebelum melangkah ke panggung wisuda.

Exit mobile version