Tanggapi Kritikan Dewan, Disdikbud Bakal Evaluasi Distribusi Seragam Gratis

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan seragam gratis kepada siswa SD di Kota Malang (istimewa)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat memberikan seragam gratis kepada siswa SD di Kota Malang (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Program seragam gratis bagi siswa sekolah negeri di Kota Malang telah rampung didistribusikan. Dengan menggunakan anggaran Rp6 miliar, seluruh siswa baru sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) negeri mendapatkan seragam gratis yang merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

Namun, program seragam gratis ini mendapatkan sorotan dari DPRD Kota Malang. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyoroti pendistribusian yang dinilai tidak melihat latar belakang siswa.

“Jadi catatan kami, ketika pembagian seragam gratis kemarin, akan lebih baik jika distribusinya didasarkan pendataan yang akurat,” ujarnya, Selasa (9/9/2025) lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menegaskan evaluasi akan dilakukan setelah mendapat masukan dari DPRD terkait hal ini. Ia menjelaskan memang untuk tahun 2025 ini program seragam gratis didistribusikan untuk seluruh siswa sekolah negeri.

“Program seragam gratis adalah untuk sekolah negeri. Dan memang tidak melihat mampu atau tidak mampu” ujar Suwarjana, Rabu (10/9/2025).

Ia menambahkan, akan segera bertemu dengan DPRD Kota Malang untuk membahas evaluasi program ini sebelum dilaporkan ke pimpinan. Menurutnya, nantinya hasil evaluasi menunjukkan perlunya prioritas bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar lebih tepat sasaran.

“Mungkin yang sangat membutuhkan dan kurang mampu itu diprioritaskan untuk mendapatkan lebih dahulu,” jelasnya.

Tak hanya itu, rencananya seragam gratis ini juga akan menyasar siswa sekolah swasta. Dengan begitu, Disdikbud akan menyiapkan formulasi baru agar sekolah swasta ikut merasakan manfaat program seragam gratis.

“Sekolah swasta pun juga butuh. Jadi di 2026 nanti formulasi kami akan mengikutkan swasta untuk gratis juga,” terangnya.

Suwarjana menuturkan keputusan untuk memperluas sasaran hingga ke sekolah swasta diambil karena kebutuhan siswa sekolah negeri dan siswa sekolah swasta tidak kalah penting. Ia memperkirakan anggaran akan bertambah sekitar Rp2 miliar untuk 2026 mendatang.

“Sekitar bertambah Rp2 miliar, jadi total sekitar Rp8 miliar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suwarjana menyebutkan bahwa seragam yang dibagikan bukan hanya putih-merah untuk SD dan putih-biru untuk SMP, tetapi juga termasuk seragam pramuka.

“SD dan SMP dapat seragam pramuka juga, jadi tidak hanya merah putih sama biru putih saja,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pembagian seragam gratis di sekolah negeri ini menyasar 16.500 siswa baru SD dan SMP negeri. Dengan rincian 7.500 siswa kelas 1 SD negeri dan 9.000 siswa kelas 1 SMP negeri. (yog)

Exit mobile version