Pebe Puedes, Jurus Jitu SMKN 4 Malang Hadapi Era Gig Ekonomi

pebe puedes smkn 4
SMKN 4 Malang.

Kota Malang, blok-a.com – SMKN 4 Malang terus membekali para siswanya untuk bersaing di dunia kerja masa kini. Termasuk mempersiapkan diri menghadapi era gig economy, yang identik dengan pasar kerja karyawan kontrak jangka pendek atau pekerja lepas (freelancer).

Untuk menjawab tatangan zaman, Kepala Sekolah SMKN 4 Malang, Gunawan Dwiyono mengisiniasi metode pembelajaran sekolah yang membebaskan siswa siswinya memilih mata pelajaran tambahan sebagai bentuk pengembangan bakat serta minatnya.

Melalui Program Pengembangan Sekolah (PPS) berupa Pembelajaran P5 Berdeferensiasi (Pebe Puedes) SMKN 4 Malang mengajak para siswa untuk belajar mengasah dan mengetahui potensi diri.

Setelah melakukan survey, Gunawan mendapati banyak dari siswa SMKN 4 Malang memiliki minat dan bakat yang berbeda dengan jurusan.

“Siswa itu kadang kadang terjebak di jurusan, ternyata gak cocok sama minatnya. Nah dari sini kita melakukan intruksi,” jelasnya kepada Blok-a.com, Senin (21/11/2022).

Menurut Gunawan, salah satu hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi era gig economy adalah dengan mengenalkan para siswa ke bidang IT.

“Di era Gig Ekonomi itu pekerjaan yang akan datang tidak sesuai dengan pembelajaran di sekolah, sebab kurikulum termasuk jurusan belum memfasilitasi pekerjaan baru seperti di bidang IT,” tuturnya.

Gunawan mengatakan, ada empat macam pembelajaran yang tidak didapat oleh siswa di pelajaran sekolah, yakni Bisnis Online, Konten Kreator, Animator dan Programer.

“Seperti data analisis, desain web, istilahnya di era sekarang tidak ada pembelajarannya di sekolah. Misal analisa data browsing di suatu daerah, karena buat pelaku industri itu penting untuk dijadikan bahan untuk mensuplai barang yang dibutuhkan di suatu wilayah tersebut,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Gunawan menuturkan, metode pembelajarannya yang akan diangkat oleh SMKN 4 pun memiliki daya tarik.

Siswa siswi akan diajarkan langsung oleh ahli profesional dalam bidang yang digelutinya, dan lebih menariknya kebanyakan dari mereka merupakan alumnus SMKN 4 Kota Malang.

“Kita carikan lulusan yang dulunya anak SMKN 4, yang kemarin tidak cocok dengan jurusannya tapi sekarang sukses sesuai dengan peminatnya masing masing, terutama konten kreator,” jelasnya.

Pebe Puedes pun mendapat respons baik dari para siwa. Menurut mereka PPS merupakan bentuk dorongan dari sekolah untuk meningkatkan kualitas lulusan SMKN 4 malang.

Lebih lanjut, terkait projek akhir yang akan dikerjakan oleh siswa siswi kelas XI, Gunawan mengatakan telah bekerja sama dengan industri yang tergabung dengan Malang Creative Center (MCC).

“Kita kerjasama dengan Malang Creative Center, nah industri yang di MCC ini belum menggunakan nah ini yang akan di kerjakan oleh anak anak di pembelajaran bulan November – Desember,” pungkasnya. (ptu/lio)

Exit mobile version